SEKAYU, fornews.co – Hingga hari ini belum terdapat kasus positif Covid-19 di wilayah Musi Banyuasin. Oleh karenanya, berbagai upaya dilakukan Pemkab Muba untuk mengantisipasi virus Corona menjangkiti warganya atau masuk ke Muba.
Tak hanya melakukan berbagai aksi pencegahan, namun Pemkab Muba juga menyiapkan alokasi anggaran penanganan Covid-19 dari APBD tahun anggaran 2020. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Muba, telah melakukan penyisiran 30% APBD Muba tahun anggaran 2020 dan dipastikan terkumpul dana Rp500 miliar. Dana itu akan dialokasikan untuk pengaman jaringan sosial bagi pekerja harian, warga kurang mampu dan kebutuhan ke depan bagi warga Muba dalam percepatan penanganan Covid-19.
Selain itu, aksi nyata di lapangan juga terus dilakukan Pemkab Muba bersama instansi terkait lainnya. Seperti yang dilakukan hari ini, usai gelar pasukan di Mapolres Muba, Bupati bersama Kapolres Muba dan Dandim 0401 Muba beserta jajaran melakukan penjagaan dan pengamanan terkait antisipasi penyebaran virus Corona.
“Kita lakukan pembatasan pergerakan pintu masuk ke Muba. Ada lima titik yang hari ini kita lakukan pengetatan penjagaan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex, Selasa (31/03).
Kelima titik pintu masuk itu yakni pintu masuk perbatasan Kabupaten Muba dengan Provinsi Jambi di Kecamatan Bayung Lencir, perbatasan dengan Kabupaten Banyuasin di Kecamatan Lais dan Babat Supat, perbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas di Kecamatan Sanga Desa, dan perbatasan dengan Kabupaten PALI di Kecamatan Sungai Keruh.
“Jadi apabila ada suspect dari luar yang akan masuk ke Muba, terpaksa wajib mengikuti Protokol Kesehatan dan wajib melakukan isolasi diri selama 14 hari. Khusus untuk pintu masuk dari Jambi dan pintu masuk lainnya bagi pendatang yang lewat dan terindikasi suspect kita lakukan rapid test dan kita ada rumah isolasi di Bayung Lencir, dan RS Sungai Lilin,” kata Dodi.
Menurut Dodi, langkah ini diambil Pemkab Muba karena wilayah Muba berada di tengah dan menjadi daerah perlintasan sejumlah kabupaten/kota dan provinsi di Sumatra. Dodi memilih mengetatkan penjagaan pintu masuk daripada lockdown.
“Kalau saat ini lockdown belum kita lakukan. Hanya saja masyarakat diimbau dan diminimalisir keluar rumah jika tak ada urusan penting dan mendesak. Tujuan semua ini kita lakukan untuk dapat meminimalisir virus Corona masuk Muba,” tegasnya.
Kendati memperketat penjagaan di pintu masuk Muba, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini memastikan kebutuhan logistik masyarakat Muba tetap terpenuhi. “Angkutan barang-barang kebutuhan pokok kita perbolehkan masuk atau melintas. Sebab yang kita periksa itukan orangnya. Kita jamin pasokan untuk Muba aman, termasuk saat Ramadan dan Lebaran nanti,” tuturnya.
Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, pihaknya bersama Kodim 0401 Muba terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya virus Corona dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri. Termasuk sosialisasi Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020. Di antaranya masyarakat diminta untuk tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan orang atau massa dalam jumlah besar baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.
“Sosialisasi terus kita lakukan. Kita juga bersama Kodim 0401 Muba dan Sat Pol PP Muba melakukan razia untuk meminta masyarakat yang berkumpul agar membubarkan diri. Ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan,” kata Yudhi.
Sementara itu, Komandan Kodim 0401 Letkol Arm Muhsyaiffudin Khoiruzzamani menyatakan, seluruh Kodim di jajaran Kodam II/Sriwijaya siap membantu Pemerintah daerah dalam mengatasi wabah Corona ini. Menurutnya, sesuai SOP yang ada, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan baik pagi dan sore hari serta sosialisasi pada malam hari oleh jajaran Kodim, Koramil dan Babinsa di setiap desa/kelurahan secara bergiliran. (ije)
















