
KAYUAGUNG, fornews.co – Guna meningkatkan perekonomian nasional, pemerintah diminta dorong kegiatan survei seismik. Upaya ini juga akan dilakukan SKK Migas Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), melalui operatornya PT Terra Global Vestal Baturaja yang akan melakukan uji seismik 2D dilima kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
“Tujuannya agar investor yang berinvestasi di industri ini memiliki gambaran jelas mengenai peta cadangan Migas untuk kebutuhan eksplorasi. Kemudian, dari kegiatan tersebut, kami akan review hasilnya apakah potensinya sesuai dengan target yang diharapkan,” ujar Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumsel, Eki Yulisman, pada acara sosialisasi survei seismik di Ruang Rapat Sekda OKI, Kamis, (03/08).
GM PT Terra Global Vestal Baturaja (TGVB) Budiansyah AF menjelaskan, kegiatan seismik akan dilakukan di Lima Kecamatan di Kabupaten OKI, antara lain Kecamatan Mesuji, Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji Makmur, dan Tanjung Lubuk. Lanjutnya, sebelum pelaksanaan survei, akan melakukan sosialisasi ke pemerintah dan masyarakat setempat, termasuk koordinasi pembebasan lahan dan kompensasi kepada masyarakat yang lahannya jadi lokasi survei.
“Sekarang kami sedang dalam masa tahap sosialisasi. Sebelumnya, kami sudah menuntaskan izin prinsip dari gubernur dan izin UKL di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selanjutnya akan dilakukan pendataan kepemilikan lahan dalam rangka kompensasi kepada penggarap lahan sesuai dengan kegiatan pembentangan kabel tersebut,” bebernya.
Budiansyah menambahkan, proyek uji seismik ini bersifat multi years. Survei tersebut dimulai Juli 2017 hingga Juni 2018, dengan lingkup pekerjaan seismik 2D sepanjang lintasan survei.
Sementara, Asisten II Setda OKI, Azhar SE berharap, survei seismik yang akan dilakukan dapat menghasilkan data potensi kandungan minyak dan gas bumi di Kabupaten OKI, sehingga dapat ditemukan sumber-sumber Migas yang baru untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Kita ini bukan daerah penghasil Migas, semoga saja survei ini membuahkan hasil hingga Kabupaten OKI, menjadi salah satu penghasil Migas yang tentunya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat OKI,” harapnya.
Dalam kesempatan ini, Azhar meminta, agar pihak operator benar-benar memperhatikan proses perizinan serta menyertakan aspek muatan lokal dalam kepengusahaan industri Migas. Ia juga berharap, sumber daya lokal harus diutamakan dalam industri hulu dan hilir Migas baik onshore maupun offshore.
“Memang perizinan tambang dan Migas itu di pusat dan provinsi. Namun, tetap harus berkoordinasi dengan kami (di daerah) apalagi terkait pembebasan lahan tentu membutuhkan kerjasama dengan semua pihak,” tukasnya. (rel)
















