PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru merespons cepat soal bencana banjir yang melanda Kota Palembang, yang terjadi sejak Senin (12/11) malam. Dia memastikan, Pemprov Sumsel siap membantu Pemkot Palembang untuk mengatasinya.
“Karena ini semua wilayah Sumsel, kita akan back up Wali kota, tadi sudah saya telpon langsung. Kita akan mudahkan langkah Pemkot atasi banjir ini,” kata Herman Deru saat diwawancarai media di ruang tamu Gubernur, Selasa (13/11).
Dalam musibah ini, HD turut merasakan, ketika dirinya melihat langsung bagaimana tersiksanya masyarakat akibat banjir. Menurutnya, banjir membuat sebagian besar jalan utama di Palembang tergenang air sehingga menimbulkan gangguan lalu lintas, kemacetan yang panjang.
Melihat fenomena tersebut, HD langsung memerintahkan Sekda untuk memanggil semua pihak terkait untuk rapat dan menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya sudah komunikasi dengan wali kota. Ada beberapa hal yang terungkap dan tak bisa mereka selesaikan kecuali dengan bantuan Pemprov, termasuk juga pembebasan lahan salutan bendungan dan pompa yang sudah tak mampu menampung air. Kita akan bantu wali kota, sebab kebutuhan mereka banyak, sementara dana terbatas,” ungkapnya.
Tak hanya di Kota Palembang saja, terkait musibah banjir dia juga mengaku segera membuka komunikasi dengan kepala daerah di kabupaten dan kota lainnya di Sumsel.
Menurut HD banjir adalah kejadian alam yang harus disikapi. Salah satunya dengan menyiapkan Perda Alih Fungsi Lahan. Hal ini bertujuan agar masyarakat maupun individu dan pengusaha tidak sembarangan mengonversikan lahan rawa yang ujungnya membuat lahan menjadi tidak bersahabat.
“Rawa itu harus diatur. Ada yang boleh ditimbun dan tidak, dan kita butuh masyarakat. Provinsi akan siapkan Perda, jadi kita atur termasuk Perda di luar Palembang. Karena ini penting dipertahankan sebagai resapan air. Saya pikir ini belum terlambat dan kita harus berbuat. Sambil menunggu Perda lahir, kita bisa buatkan Pergub dulu,” jelasnya.
Dari kejadian ini lanjut HD, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana memanggil PT Waskita Karya sebagai pembangun LRT. Karena salah satu penyebab jalan banjir di jalan utama di Palembang dikarenakan adanya tiang yang dibangun persis di gorong-gorong saluran air.
“Akan kita panggil (PT Waskita Karya), karena air itu tumpah ke jalan akibat gorong-gorong itu berada tepat di bawah tiang itu,” ujarnya.
Atas dasar itu pula, HD berharap pihak yang mengelola utilitas yang berkenaan dengan drainase ke depan bisa duduk bersama. sehingga dalam proses pembangunan utilitas mereka dapat berkoordinasi satu dengan lainnya.
“Jangan bangun sendiri-sendiri. Saya akan mintakan laporan dulu. Dinas terkait akan kita panggil. Saya akan pantau terus ini, bila perlu tengah malam akan saya panggil,” tegas HD.
Sekadar informasi, untuk melihat langsung kondisi banjir di kota Palembang, HD sengaja pergi ke kantor dengan menumpang motor PJR dari kediamannya di kawasan taman Kenten. Ia sempat terjebak macet, karena banjir membuat arus lalu lintas macet total.(bas)

















