PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC akan menjamu Persib Bandung di laga kedua Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (1/4) malam. Selain adu gengsi tim papan atas Indonesia, laga ini dipastikan sengit karena kedua tim sama-sama memburu kemenangan pertama musim ini.
Sriwijaya FC yang tandang ke Borneo FC pekan lalu membawa pulang 1 poin. Yuu Hyun-koo dkk bermain imbang tanpa gol. Sedangkan Persib Bandung yang bermain di kandang menjamu PS Tira, harus merasakan kegetiran. Unggul sejak menit 32 melalui gol Ezechiel N’Douassel, Persib tak mampu mempertahankannya. Tepat saat pertandingan memasuki detik-detik akhir, sebuah sundulan Aleksandar Rakic sembari membelakangi gawang sukses menjebol gawang Made Wirawan yang sama sekali tak bereaksi. Hampir seluruh pemain Maung Bandung tak percaya hasil ini. Bahkan kapten Persib, Supardi Nasir, tertangkap kamera menangis sedu sedan karena kemenangan yang sudah di depan mata lenyap seketika.
Meski demikian, Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan tetap menilai Persib adalah lawan berbahaya bagi timnya. Hasil imbang kontra PS Tira tidak bisa dijadikan patokan mengenai kekuatan maupun kelemahan Persib sebenarnya.
“Saya rasa hasil imbang di laga kontra PS Tira, tidak ada pengaruh sama sekali dengan penampilan Persib disini nanti. Hasil itu justru bisa menjadi pemicu motivasi mereka membalikkan situasi yang kurang menguntungkan mereka,” ujar RD.
Menurut RD, dirinya tidak akan melihat bagaimana Persib di laga kemarin kecurian di menit akhir. Akan tetapi RD akan lebih fokus mengantisipasi kelebihan-kelebihan yang dimiliki pemain Persib.
“Persib lini depannya bagus. Mereka punya kecepatan melalui Febry Haryadi, Supardi Nasir serta Ezechiel N’Douassel. Ini yang harus diwaspadai pemain belakang kita,” kata pelatih 51 tahun ini.
“Apalagi di pertemuan terakhir di Piala Presiden 2018 lalu, kita kalah. Dan kemarin (kontra PS Tira) Persib Bandung menampilkan permainan yang spartan. Mereka sangat dominan di babak pertama bermain full pressing. Itu yang harus kita redam sejak awal dan tidak memberikan mereka space untuk berkembang,” tutur RD. (ije)
















