
BATURAJA, fornews.co-Pemerintah sudah mencabut subsidi bagi sebagian pelanggan PLN untuk 900 VA. Namun, hingga kini pihak PT PLN Rayon Baturaja, belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat adanya kebijakan tersebut.
“Sosialisasi saat ini baru sampai tingkat provinsi. Setelah itu, baru kami lakukan sosialisasi ke Kades-Kades,” kata Pelaksana Harian Manajer PLN Rayon Baturaja Mardani, Kamis (19/01).
Lanjut dia, pihak PLN Rayon Baturaja, sendiri belum mengetahui pasti jumlah pelangan 900 VA yang dicabut sibsidinya. Sebab, saat ini baru data secara nasional. Khusus kabupaten bisa diketahui setelah tutup buku akhir Januari nanti. Menurutnya, pencabutan subsidi sendiri pihak PLN mengacu data dari data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K).
“Namun, pihak PLN tetap melakukan survei lapangan untuk memastikan pelanggan tersebut benar-benar dalam kategori miskin. Jika memang masyarakat kurang mampu namun subsidi listriknya dicabut, bisa melapor ke Lurah atau Kades dan Kecamatan. Ada mekanisme untuk mendapatkan subsidi listrik,” imbuhnya.
Adanya kebijakan pencabutan subsidi tersbeut, pihak PLN terus melakukan perbaikan untuk peningkatan pelayanan. Seperti melakukan perbaikan jaringan yang saat ini banyak peralatan yang sudah tua. “Kalau bicara pemadaman itu diomongkan masalah klise salah. Tapi kenyataannya seperti itu. Banyak peralatan sudah tua. Makannya dilakukan pergantian peralatan. Pemadaman juga banyak disebabkan faktor alam,” pungkasnya. (wil)

















