PALEMBANG, fornews.co – Di atas kertas, Sriwijaya FC saat ini telah kalah telak dibandingkan calon lawan di babak 16 Besar Piala Indonesia 2018/2019, Madura United.
Skuat Laskar Sape Kerabb saat ini bisa disebut Los Galacticos karena bermaterikan pemain bintang di setiap lininya. Nama besar seperti Alberto Goncalves, Aleksandar Rakic, Andik Vermansyah, Zah Rahan Krangar, Greg Nwokolo, Zulfiandi, Jaimerson da Silva, Fachrudin Ariyanto, Marckho Sandy Meraudje, dan M Ridho, ada di daftar starting line up Madura United. Intinya dari daftar starting eleven, Madura jauh unggul dibandingkan Sriwijaya.
Sedangkan Sriwijaya FC sejak terdegradasi ke Liga 2, seakan kehilangan daya pikat untuk menarik pemain-pemain papan atas bergabung. Bahkan beberapa mantan pemain Sriwijaya yang miris melihat kondisi tim yang kekurangan pemain ini kembali untuk membantu klub yang pernah dibelanya berlaga di Piala Indonesia. Akan tetapi karena tak ada keseriusan manajemen perihal kontrak kerja jangka panjang, membuat para pemain senior itu pun berpaling dan mencoba keberuntungan di klub lain. Sehingga kini hanya tersisa pemain-pemain muda usia yang secara pengalaman bertanding masih sangat minim.
“(Sulit menang) target kita ya memberikan perlawanan, realistis saja. Di kompetisi (musim 2018) saja, kita kalah meski dengan skuat yang berimbang. Apalagi sekarang komposisi tim jauh sekali bedanya,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan, Rabu (13/02).
“Tapi ndak apa-apa. Meski pemain muda, kita akan berusaha sampai akhir. Ya hitung-hitung sekalian memberikan pengalaman untuk pemain-pemain muda ini,” imbuh Hartono. (ije)

















