
PALEMBANG, fornews.co-Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Joko Imam Sentosa menyatakan, hasil kerjasama stakeholder dan instansi lainnya untuk memerangi narkoba membuahkan hasil. Karena, berdasarkan data nasional pengguna narkoba di Sumsel menurun.
“Pemprov Sumsel terus berupaya memerangi narkoba dan berkerjasama dengan BNN Sumsel dan Instansi lainnya. Atas kerja keras yang sudah dilakukan itu, mendapatkan hasil yang baik bahwa Provinsi Sumsel tidak termasuk provinsi yang rawan narkoba,” ujarnya, pada rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba diselenggarakan oleh BNN Sumsel, Rabu (01/03).
Joko menuturkan, Pemprov Sumsel sudah melakukan berbagai cara mengatasi narkoba, diantaranya menyebarkan infomasi tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, optimalisasi pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Saya berharap, setelah rapat ini kepada stakeholder untuk menindaklanjuti. Paling tidak, disebarluaskan kepada masyarakat dilingkungan sekeliling dan keluarga sehingga pengguna narkoba di Sumsel terus menurun,” tuturnya.
Sementara, Kepala BNN Sumsel M Iswandi Hari menjelaskan, dari 34 provinsi di Indonesia, posisi Sumsel saat ini masih di peringkat ke 21 dan Sumsel tidak termasuk 11 Provinsi rawan narkoba.
“Provinsi yang rawan narkoba masuk di peringkat 11 yaitu, Jakarta, Medan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Bali. Jadi kita bersyukur tidak termasuk posisi yang rawan narkoba,” jelasnya. (tul)

















