
BATURAJA, fornews.co – Hanya karena tidak direstui oleh orang tua sang kekasih, Juliyanto (20), pemuda Dusun Trimulyo I Blok C, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Ogan komering Ulu (OKU), mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Informasi di lapangan, Jumat (07/04), jasad korban diketahui tergantung di bagian rumahnya oleh ibunya (Sukarni), yang begitu tiba di kediamannya dari tempat anaknya di Kecamatan Lubuk Batang, sekitar pukul 11.00 WIB pagi tadi, mendapati pintu rumahnya terkunci rapat. Begitu memanggil anaknya (korban), tidak ada sautan lantas sang ibu mendapati anak terbujur kaku dengan leher terikat seutas tali yang diikat di kayu bagian atap rumahnya.
Mendapati anaknya tak bernyawa lagi dengan cara tragis, Sukarni pun histeris dan berteriak minta tolong kepada tetangganya. Selanjutnya jasad korban diturunkan warga dan kemudian dilaporkan ke Polsek Lubuk Raja, lantas Kapolsek Iptu Andi Apridi SH, bersama anggota meluncur ke lokasi kejadian. Kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kondisi korban. Namun, pihak keluarga menolak jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum.
Masih berdasarkan informasi di lapangan, pemuda kelahiran Kota Bumi, Lampung, 7 Mei 1997 ini menjalin kasih dengan KH. Bahkan korban serius ingin mempersunting sang pujaan hati. Namun, orang tua gadis pujaan hatinya tidak merestui. Sebelum mengakhiri hidupnya, Juliyanto sempat mengirim pesan singkat kepada kekasihnya menanyakan perubahan sikap terhadapnya.
Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kapolsek Lubuk Batang Iptu Andi Apriadi SH, Jumat (07/04) membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kapolsek, kasus ini sudah ditangani polisi, petugas juga menemukan sebuah buku harian yang berisi curahan hati korban dan sepucuk surat yang ditujukan kepada kekasih korban yang isinya tentang kekecewaan hati Juliyanto, menyaksikan perubahan sikap pujaan hatinya. (gus)















