Fornews.co – Prgram KB dapat membantu pasangan mengatur ataupun menunda kehamilan. Sehingga program ini menjadi salah satu pilihan yang digunakan banyak pasangan untuk menunda kehamilan.
Namun, tak sedikit yang enggan menggunakan KB baik dalam bentuk Pil, KB suntik ataupun KB spiral. Ditambah lagi, anggapan yang menyatakan bahwa KB memiliki risiko pada tubuh mulai dari meningkatkan berat badan, menurunkan gairah seksual, hingga tidak bisa kembali subur dengan cepat.
Terkait berbagai kekhawatiran ini, anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara yang dapat mencegah kehamilan tanpa mengikuti program KB seperti dilansir dari sehatq.com, Kamis (28/01).
1. Tidak berhubungan seks saat masa subur
Dalam hal ini, wanita harus mengetahui kapan masa suburnya tiba agar dapat menghindari berhubungan seks saat masa subur. Saat masa subur, potensi seorang wanita untuk hamil cukup tinggi.
Anda juga bisa mencari tahu masa ovulasi melalui pengukuran suhu basal tubuh setiap bangun tidur. Suhu basal tubuh adalah suhu ketika tubuh berada dalam keadaan istirahat sepenuhnya. Penurunan suhu basal tubuh akan terjadi 12-24 jam sebelum ovarium melepaskan sel telur. Sedangkan, saat masa subur berlangsung, suhu basal tubuh mengalami peningkatan. Dalam periode ini, sebaiknya jangan melakukan hubungan intim jika Anda tidak ingin hamil sampai suhu basal tubuh kembali normal.
Di sisi lain, Anda juga bisa memeriksa keluarnya lendir serviks pada masa subur. Lendir tersebut umumnya bening dan licin seperti putih telur. Jadi, pastikan Anda memerhatikan berbagai hal ini dengan cermat.
2. Tidak melakukan penetrasi
Anda bisa menghindari penetrasi untuk sementara saat berhubungan seks sebagai cara mencegah kehamilan tanpa KB. Meski begitu, Anda masih bisa melakukan aktivitas seksual lainnya, seperti oral seks, masturbasi, atau hanya saling bergesekan (petting). Namun, petting tanpa pakaian dan terjadi ejakulasi di dekat vagina memungkinkan sperma secara tidak sengaja masuk dan melakukan pembuahan. Jadi, Anda harus benar-benar memerhatikan hal ini.
3. Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi
Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi akan mencegah sperma masuk untuk membuahi sel telur sehingga metode ini bisa dijadikan cara mencegah kehamilan tanpa KB. Namun, Anda harus mengetahui waktu yang tepat untuk menarik penis.
Meski begitu, cara ini tidak selalu efektif. Sebab, bisa saja cairan praejakulasi yang dikeluarkan penis saat terangsang mengandung sperma sehingga saat dilepaskan ke dalam vagina terjadi pembuahan.
4. Menggunakan kondom dengan tepat
Kondom membantu mencegah kehamilan
Penggunaan kondom membantu mencegah kehamilan. Pilihlah kondom berbahan lateks dan pastikan Anda menggunakannya dengan tepat.
Sayangnya, kondom bisa menyebabkan alergi pada sebagian orang sehingga Anda harus mengetahui keamanan kondisi diri sendiri terlebih dahulu. Selain itu, kondom juga bisa bocor yang menyebabkan sperma bisa masuk dan menyebabkan pembuahan.
5. Menyusui
Jika Anda merupakan ibu yang baru melahirkan, berikan bayi ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Selain menunjang tumbuh kembang Si Kecil, ini juga bisa membantu menunda ovulasi sehingga mencegah Anda hamil dalam jarak waktu yang berdekatan.
Hal ini terjadi karena hormon yang dibutuhkan untuk merangsang produksi ASI bisa mencegah pelepasan hormon yang memicu ovulasi. Supaya tidak terjadi masalah saat menyusui, pastikan Anda menyusui dari kedua payudara secara bergantian.
6. Menghindari berhubungan seks
Cara mencegah kehamilan tanpa KB yang paling efektif tentu saja dengan menghindari berhubungan seks. Selain mencegah kehamilan, hal ini juga bisa membuat Anda terhindar dari penularan penyakit menular seksual. Meski begitu, mungkin bukan hal yang mudah untuk menahan hasrat seksual. Jadi, Anda juga harus membicarakannya baik-baik dengan pasangan. (shtq/rif)
















