SEKAYU, fornews.co – Mengantisipasi serangan siber yang dapat mengganggu sistem pelayaan berbasis eletronik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pemerintah setempat membentuk Computer Security Incident Response Team di bawah kendali Dinas Kominfo.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Muba, Yusman Sriyanto mengatakan, pembentukan CSIRT ini adalah untuk mendukung Implementasi Program Muba Smart Regency dan penyelenggaraan sistem pelayanan berbasis elektronik.
“Serangan siber akan menimbulkan gangguan, kegagalan dan kerugian sehingga dapat berdampak pada kredibilitas Pemkab Muba. Maka sangat diperlukan adanya Sistem Manajemen Keamanan Siber yang diberi nama Mubakab-CSIRT,” ujar Yusman, pada kegiatan sosialisasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Ruang Rapat Serasan Sekate Setda Muba, Rabu (11/09).
Yusman menekankan, agar Mubakab-CSIRT dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dalam memberikan layanan keamanan siber kepada PD sebagai konstituen, meliputi : mengoordinasikan dalam rangka memberikan peringatan siber, respon atas insiden siber, respon atas kerawanan siber dan respin atas penemuab artifak.
“Saya instruksikan kepada Mubakab-CSIRT untuk segera menyusun rencana, kebijakan dan SOP Keamanan Siber di lingkungan Pemkab Muba, menjalin kerjasama dengan BSSN terkait dengan penanganan insiden siber, audit keamanan siber, pengembangan SDM, dan melakukan sosialisasi secara berkala kepada Perangkat Daerah,” kata Yusman.
Kemudian kepada seluruh OPD di Muba, juga ditegaskan agar mendukung keberadaan Mubakab-CSIRT, dan melakukan upaya sinergitas dalam rangka antisipasi dan penanganan insiden siber atas layanan SPBE yang diselenggarakan OPD Muba.
Sementara itu, Kepala Subdit Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Marcelina Tri Nasiti Widayatmi mengatakan, Pemkab Muba pertama yang mendaftarkan ke BSSN. Lanjutnya, kehadirannya dalam rangka asistensi sekaligus validasi pengajuan pendaftaran pembentukan Mubakab-CSIRT, serta melakukan penanganan insiden siber yang dilaporkan Dinkominfo Muba.
“Kami (BSSN) di sini juga telah melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber Pemkab Muba dengan hasil masih dalam kategori level 1. Oleh karena itu, keberadaan Mubakab-CSIRT harus didukung, agar ke depan perannya dapat menaikan level keamanan siber Pemkab Muba, dan BSSN siap membantu memberikan asistensi untuk Pemkab Muba,” kata Marcelina.
Ditambahkan Marcelina guna mengantisipasi adanya serangan siber, diimbau kepada perangkat daerah yang membuat aplikasi agar dilakukan pengujian keamanan sibernya terlebih dahulu oleh Mubakab-CSIRT.
Terpisah, Kepala Dinkominfo Muba, Herryandi Sinulingga mengharapkan, adanya dukungan seluruh OPD. Ia mengajak OPD untuk berkolaborasi dalam memperkuat Sistem Manajemen Keamanan SPBE di lingkungan Pemkab Muba, agar terhindar dari serangan siber yang menyebabkan terjadinya insiden siber.
“Saya juga mengharapkan hasil evaluasi dan pembinaan dari BSSN ini dapat menjadi pedoman kita bersama dalam membenahi Sistem Manajemen Keamanan SPBE kita. Saya yakin, dengan adanya kolaborasi Mubakab-CSIRT dengan seluruh OPD, dalam waktu yang tidak terlalu lama kita dapat menaikan level keamanan siber kita,” tandasnya. (ije)

















