
BATURAJA, fornews.co – Sebanyak 75 tenaga honor kesehatan non kategori di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akan mendatangi istana negara guna mendesak Pemerintah merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan berlangsung besok (Selasa, 18/07).
Nantinya 75 orang tersebut akan bergabung dengan honorer non kategori seluruh indonesia yang ingin mengadu nasib mereka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nasib mereka yang tidak akan pernah diangkat menjadi ASN.
Ketua Ikatan Perawat Indonesia (IPHI) OKU, Eko Suyitno menyampaikan, UU ASN sangat tidak berpihak kepada perawat honor non kategori yang dalam aturan ini menghapus tenaga honor yang diganti menjadi tenaga kontrak. Itupun mereka harus memperbaharui kontrak mereka setiap tahun, serta jika ingin menjadi ASN harus mengikuti tes tertulis seperti layaknya penerimaan jalur umum seperti biasa.
“Ya percuma kita sudah mengabdi selama puluhan tahun. Karena tidak akan berlaku di UU ASN sekarang. Kami menginginkan UU ASN direvisi agar peraturan seperti dulu lagi yang melihat lamanya masa kerja bukan melalui jalur umum,” terang Eko yang sudah mengabdi di Puskesmas Kemalaraja, selama 10 tahun, Senin (17/07).
Sambung Eko, Presiden Jokowi sebenarnya telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kemenpan-RB, Kemenkum HAM dan Kemenkeu untuk menginventarisir masalah tersebut. Namun, hingga saat ini ketiga Kementerian tersebut belum juga menindaklanjuti surat tersebut. “Nah, inilah inti tujuan kita ke istana negara agar presiden mengetahui jika surat yang dibuatnya tidak dijalankan oleh ketiga Kementrian tersebut,” sesalnya.
Saat ditanya legalitas mereka yang akan berangkat ke Istana negara besok? Eko menegaskan jika yang akan berangkat sudah memiliki legalitas yakni surat izin dari Kepala Dinas Kesehatan OKU, H Suharmasto SKM MEPid.
“Dari 75 orang gabungan antara 40 orang perawat, 20 orang Bidan PTT dan sisanya 15 orang dari SKM dan seluruhnya sudah mengantongi surat izin dari Kadinkes. Keberangkatan kita memakai dana pribadi dengan patungan Rp100.000 perorang,” tandasnya. (gus)

















