PALEMBANG, fornews.co – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menilai, pasar tradisional Lemabang, merupakan salah satu pasar yang sangat strategis di Palembang, sebagai sentra pasar pengecer.
Namun, masih ada sejumlah kekurangan yang harus dicermati pemerintah kota, seperti atap pasar yang rusak, jalanan becek, air hujan yang harus ditampung ember di banyak tempat, sampah yang tidak dibuang di tempatnya dan lainnya.
Hal ini diungkapkan Edhy Prabowo saat meninjau Pasar Tradisional Lemabang, di Kecamatan Ilir Timur 2, Palembang, Rabu (30/05). Di pasar ini, Edhy berkali-kali menatap fasilitas pasar yang rusak dan terkesan kumuh.
Kader Partai Gerindra itu mengatakan, kedatangan mereka ke Palembang, khususnya ke Pasar Lemabang, atas rasa pingin tahu, sejauh mana harga bahan makanan di pasaran yang sekarang ini sangat terasa sekali keluhan-keluhan dari masyarakat.
Lanjut Edhy, secara umum mereka juga menemukan ada kekurangan dari sisi kualitas pasar Lemabang itu sendiri. Menurutnya, pasar yang telah ada sejak tahun 1980 ini belum pernah direnovasi. Karena itu, pihaknya akan meminta pemerintah daerah lewat Dinas Perdagangan untuk segera mengajukan usulan revitalisasi pasar ke pusat.
“Kami juga akan ikut kawal dan akan koordinasi dengan teman-teman di Komisi VI (DPR), untuk bisa melihat ini sebagai salah satu kekuatan ekonomi. Daerah Lemabang ini adalah pasar yang sangat strategis di Palembang sebagai pasar eceran atau pengecer,” ujarnya.
Mengenai harga kebututuhan di daerah sambung Eddy, tidak ada yang mengalami lonjakan alias stabil. Hanya saja, ia mendapati harga daging sapi di pasar ini mencapai Rp130.000 perkilogram.
“Tadi Anda lihat sendiri, mereka itu (masyarakat) tidak beli bukan karena barangnya tidak ada, karena memang barangnya ada rakyat gak mau membeli, harganya juga sudah terjangkau,” ucapnya.
“Jika ada sesuatu gejolak, langsung kita redam. DPR RI sudah membuat undang-undang (UU) tentang Pangan. Untuk melindungi buffer stok, produsen, konsumen dan alat pengontrol pangan,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang ikan di Pasar Tradisional Lemabang Palembang, Juwita juga turut mengeluhkan buruknya fasilitas di dalam pasar.
“Fasilitas disini harus benar-benar diperbaiki, nyaris tidak pernah diperbaiki. Apalagi musim hujan, jadi becek dan pembeli malas kalau kondisi becek di pasar,” tuturnya.
Kerusakan atap pasar juga diakui Susilawati, pedagang sayur di pasar ini. Menurutnya, perbaikan atap pasar memang sering dilakukan, tapi tetap saja tidak awet.
“Cuma beberapa kali diperbaiki, tapi masih saja rusak. Kalau becek dan kotor, memang seperti ini setiap hari,” tukasnya. (bas)

















