KAYUAGUNG, fornews.co – Jemaah haji asal Kabupaten OKI telah tiba di kampung halaman dan digelar penyambutan di pendopo rumah dinas Bupati OKI, Selasa (03/09). Namun dari 694 jemaah haji asal OKI yang berangkat, yang kembali hanya 691.
“Tiga jemaah tidak bisa pulang ke kampung halaman karena meninggal dunia saat menunaikan rangkaian ibadah haji di Mekkah. Tiga jemaah yang meninggal tersebut adalah Hasan Husen asal Pedamaran, Maujud Jamah asal Tulung Selapan, dan Karyo asal Kecamatan Lempuing,” ujar Kepala Kantor Kemenag OKI, Ahmad Syukri.
Menurut Syukri, jemaah haji asal OKI tergabung di kloter 16 dan 17 embarkasi Palembang. Para jemaah haji yang pulang ke daerah berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan dinyatakan sehat.
Sementara itu, Wakil Bupati OKI, HM Dja’far Shodiq saat menyambut para jemaah haji mengatakan, setelah melaksanakan ibadah haji dan jauh dari keluarga selama beberapa waktu tentu para jemaah ini rindu akan kampung halaman. Namun kegiatan penyambutan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pihak Pemda untuk menyambut warganya sepulang perjalanan jauh.
Dirinya juga menyampaikan doa agar jemaah haji OKI menjadi haji yang mabrur. Selain itu Wabup juga mengapresiasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah bekerja keras agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar.
“Saya mengucapkan selamat kepada para jemaah haji asal Kabupaten OKI, alhamdulillah bisa pulang dalam keadaan selamat dan sehat walafiat, semoga menjadi haji yang mabrur. Saya juga sangat mengapresiasi panitia penyelenggara ibadah haji atas kerja kerasnya,” tuturnya.
Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Komarudin mengharapkan untuk pelaksanaan haji kedepan para calon jemaah haji diberikan pembekalan yang lebih lengkap terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji. Termasuk memberikan gambaran kondisi di Mekkah.
“Ini yang perlu diperhatikan saat manasik haji, bagaimana memberikan gambaran mengenai kondisi di Mekkah sebenarnya. Ibadah haji itu merupakan ibadah fisik bukan ibadah bacaan, jadi kedepan perlu disampaikan bagaimana kondisi disana, sehingga para calon jemaah tidak kelabakan dan linglung ketika sampai di Mekkah,” ujarnya. (rif)
















