
SEKAYU, fornews.co – Upaya peningkatan mutu pendidikan di Bumi Serasan Sekate, Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza tidak menunggu lama. Pasca serah terima jabatan bersama Wabup Beni Hernedi, Dodi langsung menandatangi nota kesepahaman (MoU) Lighthouse School Program dan Pusat Balajar Guru dengan Head Of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach, Gusman Samsudin Yahya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Rabu(24/05).
“Kita sadari betul bahwa kendati Muba, memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun tanpa disokong sumber daya manusia (SDM) dengan pendidikan yang berkualitas, mustahil suatu daerah akan maju pembangunannya,” ujarnya. Penandatangan tersebut, langsung disaksikan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin; Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramandha, pimpinan serta anggota DPRD Muba.
Lanjut Dodi, Muba akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk membuat kebijakan, serta terobosan baru dalam rangka memajukan dan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan mulai dari pra-sekolah sampai dengan perguruan tinggi. Pemkab Muba, menyambut baik dan berterimakasih atas kerjasama di bidang pendidikan. “Harapan kami, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Muba,” katanya.
Sementara, Gusman Yahya menjelaskan, Lighthouse School Program merupakan program peningkatan kualitas sekolah secara intensif melalui pendekatan komprehensif, kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntable didukung oleh guru-guru berkualitas terutama pada bidang science technology engineering dan math (STEM) dengan praktik terbaik pembelajaran internasional.
“Program ini merupakan proses intervensi melalui pengembangan profesional guru peningkatan kualitas manajemen sekolah, peningkatan kapasitas siswa dan pemberdayaan komunitas sekolah. Untuk permulaan, sasaran program ini baru didua sekolah dasar yaitu SD Negeri 1 Babat Toman dan SD Negeri 1 Sungai Lilin, serta dua sekolah menengah pertama yaitu SMP Negeri 1 Babat Toman dan SMP Negeri 1 Sungai Lilin,” bebernya.
Ia mengungkapkan, terpilihnya keempat sekolah tersebut di antaranya karena telah memenuhi kriteria, yakni terakreditasi minimal C, jumlah guru yang memadai, memiliki laboratorium dan memiliki akses internet. Dalam program tersebut, lanjut Gusman, akan dikembangkan pula Pusat Belajar Guru (PBG), yakni sebuah institusi penyediaan akses pembinaan profesionalisme guru yang berkesinambungan, sistematis dan terstruktur.
“PBG merupakan wadah pelatihan pendampingan diskusi dan pertukaran informasi komunitas guru, baik pada keempat sekolah tersebut maupun sekolah lain di wilayahnya,” tandasnya. (cak)
















