
PALEMBANG,fornews.co-Kondisi tanah yang masih rawa-rawa, menjadi satu kendala Pengerjaan Proyek Ruas Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22 KM, selain urusan pembebasan lahan. Padahal, pengerjaan proyek tersebut ditarget selesai pada akhir tahun ini.
Menurut Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo, ruas Tol Palindra merupakan seksi yang paling sulit pengerjaannya. Karena tanahnya rawan, jadi sehingga perlu treatment tersendiri. “Ya, agar tanahnya bisa stabil tidak goyang dan siap untuk dibangun konstruksi jalan,” ujarnya, saat meninjau proyek Tol Palindra Sesi I dan II, Rabu (24/05) lalu.
Treatment khusus tersebut, ungkapnya, memang akan memakan waktu pengerjaan menjadi dua kali lebih lama, ketimbang di tanah normal. Namun, pihaknya tetap optimistis proyek Tol Indralaya selesai sesuai target di akhir tahun 2017. “Kita sudah tahu cara treatment untuk kondisi tanah rawa,” ungkapnya.
Sementara, Project Manager Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Prihartono menuturkan, treatment khusus untuk tanah rawa akan menggunakan teknologi vacuum. Teknologi ini, baru pertama kali digunakan untuk pengerjaan proyek jalan tol.
Prihartono menerangkan, secara sederhana dengan teknologi vacuum itu kandungan air dari tanah rawa, disedot pompa agar kandungan airnya berkurang dan tanah menjadi padat. Selanjutnya permukaan tanah yang sudah padat ditutup dengan terpal, agar tetap kering jika turun hujan.
“Prosesnya memakan waktu sekitar empat bulan. Dengan semua proses itu, kita tetap optimistis bisa selesai di akhir 2017. Itu sepanjang 22 kilometer ditambah satu akses jalan ke Pemulutan,” tandasnya. (tul)

















