
KAYUAGUNG- Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa demikian patut dialamatkan pada dua warga Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal H Tajudin (43) dan Jamal (30) serta Hartang (21) warga Desa Simpang Tiga Abadi, Kecamatan Tulung Selapan OKI.
Ketika hujan deras, dan ketiganya asyik memanen tambak ikan dan udang di kawasan Parit I Desa Simpang Tiga Abadi, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, Selasa (27/12) sekitar pukul 14.00WIB, secara tiba-tiba muncul kilatan petir dengan suara menggelegar langsung menyambar ketiga warga tersebut di atas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja akibat terkena sambaran petir, korban H Tajudin, langsung tak sadarkan diri dan hingga kini dalam keadaan koma. Sementara dua korban lainnya yakni Jamal, dan Hartang, sempat pingsan, namun kini telah sadarkan diri.
Salah satu kerabat dari korban H Tajudin yakni Abdul Aziz (45), warga Sungai Lumpur Kecamatan Cengal mengaku kalau korban H Tajudin saat ini masih dalam keadaan koma.
“Siang itu keponakan saya (H Tajudin) bersama kedua rekannya tengah memanen di tambak ikan dan udang di Parit I Desa Simpang Tiga Abadi, Kecamatan Tulung Selapan. Memang ketika itu hujan deras. Secara tiba-tiba saja ada kilatan petir dengan suara menggelegar dan langsung menyambar keponakan saya dan dua rekannya,” ucapnya.
Setelah tersambar petir, lanjut dia, korban H Tajudin mungkin terkena dampak yang paling parah. Hingga kini korban tak sadarkan diri dan dalam keadaan koma. Sedangkan dua rekannya saat ini sudah sadarkan diri.
Kendatipun hal ini adalah sebuah musibah. Namun pihaknya berharap pemerintah daerah OKI dapat memberikan bantuan kepada keluarga korban. (fian)
















