
BATURAJA-Sebuah rumah semi permanen milik Hermat Topa (penyandang disabilitas), warga Desa Kampai, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (27/12) sekitar pukul 12.30 WIB tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah (terbakar) sehingga rata dengan tanah.
Menurut Abubakar (60), tetangga korban, peristiwa kebakaran tersebut diketahuinya usai menunaikan shalat zuhur. “Kejadiannya tadi siang sekitar pukul 12.30 wib, waktu itu saya baru selesai shalat zuhur, api di atas rumah Hemat Topa sudah membumbung tinggi,” ujarnya dilokasi kejadian.
Selanjutnya terang Abubakar, warga langsung bergegas menghampiri rumah korban untuk menyelamatkan istri korban sedang terbaring sakit. Dengan peralatan seadanya warga juga berupaya untuk memadamkan api. Atas kejadian itu, rumah Sudarman, adik korban pun nyaris harus terbakar.
“Tidak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran datang, dan api pun dapat dipadamkan sebelum menyambar rumah lainnya. Rumah Hemat Topa, habis beserta isinya. Sedangkan rumah Sudarman, hanya bagian dinding yang terbakar,” terang Abubakar.
Sementara, Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP memalui Kapolsek Peninjauan, AKP Rachmat Aji menyampaikan, peristiwa kebakaran yang menimpa Hemat Topa tersebut terjadi di kawasan padat penduduk. “Alhamdulillah selain unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Peninjauan, kita juga di bantu oleh unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Lubuk Batang, dan api dapat di kuasai setelah satu jam kemudian,” kata Kapolsek.
Dijelakannya, akibat peristiwa kebakaran tersebut, kerugian yang dialami korban selain kehilangan rumah, juga ada 3 unit kendaraan roda dua yang tidak terselamatkan satu unit motor Satria Ninja, Satu unit Honda GL Pro, dan satu unit Yamaha Zupiter MX. “Kerugian belum bisa ditaksir secara pasti. Sedangkan korban saat ini, di evakuasi ke rumah tetangganya,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran OKU, Aminilson, saat di konfirmasi terkait antisipasi bahaya kebakaran, pihaknya mengaku sudah memberikan himbauan terhadap masayarakat. “Himbauan sudah kita sampaikan dua bulan yang lalu, agar masyarakat menjaga lahan hutan dan rumah nya dari bahaya kebakaran,” akunya.
Disinggung berapa jumlah posko pemdalam kebakaran yang ada saat ini dia mengaku hanya 3 kecamatan yang belum ada unit pemadam kebakaran. “Yang belum ada Posko Pemadam Kebakaran, antara lain Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Sinar Peninjauan, dan Kecamatan KPR. Namun, tahun 2017 kita juga masih belum menganggarkan untuk pengadaan unit tersebut di karenakan keterbatasan anggaran,” tandasnya. (ibr)
















