SEKAYU, fornews.co – Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi.
Pemkab melakukan uji kompetensi dan sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Terampil, Senin (22/07). Kepemilikan sertifikat kompetensi kerja merupakan kewajiban bagi para pekerja konstruksi sebagaimana diatur dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba, Herman Mayori mengatakan, sinergitas percepatan uji kompetensi dan Sertifikasi TKK Terampil ini merupakan amanat Undang-Undang, kemudian Edaran Menteri PU PR diteruskan ke Gubernur dan ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati Muba, dalam rangka untuk mendapatkan tenaga terampil.
Tentunya, imbuh dia, uji kompetensi dan sertifikasi ini nanti akan dapat bermanfaat sekali dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi. Kemudian, dilaksanakannya kegiatan ini untuk menambah skil dan juga mencegah terjadinya gagal konstruksi.
Dikatakan, jumlah peserta sebanyak 300 orang, ada peningakatan 100 peserta dari tahun kemarin. Tahun ini merupakan tahun ke dua dilaksanakan uji kompetensi dan Sertifikasi TKK Terampil.
“Pemkab Muba sendiri menargetkan 1000 tenaga konstruksi untuk dilakukan uji sertifikasi ini, karena nanti akan dilakukan secara berlanjut setiap tahun. Ke depan juga akan dilakukan pelatihan kepada masyarakat pelaku konstruksi yang berada di kecamatan yang jauh lokasi dari Kota Sekayu,” kata Herman Mayori saat Pembukaan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Terampil di Wilayah Kabupaten Muba, kemarin, di Halaman Kantor PUPR Kabupaten Muba.
Mewakili Bupati Muba Dodi Reza Alex, Sekda Muba Apriyadi mengatakan, kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi TKK terampil ini sebagai amanat dari Kementerian PUPR. Dalam rangka meningkatkan dan menjamin bahwa setiap bangunan atau pekerjaan konstruksi yang dilakukan, baik oleh pemerintah maupun swasta atau pribadi, dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki sertifikat kompetensi dan mempunyai keahlian, artinya bisa dipertanggungjawabkan.
“Alhamdullilah kali ini jumlah meningkat sebanyak 300 peserta, Bupati Muba sendiri berkomitmen tahun ini 1000 TKK di Muba akan mendapatkan sertifikasi terampil. Kami ucapkan terima kasih semua pihak terutama PUPR Muba, telah laksanakan kegiatan ini. Dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan keterampilan serta tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi,” katanya
Apriyadi mengatakan, tujuan kegiatan ini menjamin bahwa setiap kontruksi yang dilakukan baik menggunakan dana pribadi APBD/APBN, artinya TKK yang digunakan adalah TKK Terampil dan sudah punya sertifikasi, sudah layak dan lulus uji kompetensi baru dikatakan TKK yang terampil. Dengan demikian artinya kualitas yang dilakukan telah memenuhi syarat standarisasi.
“Tidak hanya berlaku di Kabupaten Muba, sertifikat ini bisa berlaku di mana saja TKK melaksanakan pekerjaannya. Dan perusahaan diberikan kewajiban memperkerjakan TKK yang bersertifikat dan lulus uji kompetensi, jika tidak apabila terjadi kecelakaan kerja/kegagalan kontruksi bangunan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, tentu pasti akan dapat permasalahan dari sisi peraturan yang diberlakukan,” tutur Apriyadi.
Sementara itu, Kepala Balai Konstruksi wilayah II Palembang, Wagino mengungkapkan bahwa, sekarang pemerintah harus meningkatkan kualitas SDM konstruksi melalui pelatihan, kalau perlu ada yang dikirim ke luar negeri. Dengan demikian TKK menjadi handal, unggul, berani berkompetisi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tahun ini program sertifikasi harus dilakukan lebih besar.
Menurutnya, dunia konstruksi terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Oleh karenanya kecepatan perubahan teknologi harus bisa dikenali, dipelajari dan dimengerti oleh SDM konstruksi Indonesia.
“Saya sangat menyambut baik program sertifikasi SDM konstruksi Indonesia. Ini penting karena memberikan keunggulan, jaminan profesionalisme, mutu, dan akuntabilitas disetiap pekerjaan yang kita miliki,” ujarnya.(bas)

















