
PALEMBANG,fornews.co-Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Asep Munandar, dan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, meninjau langsung lokasi tempat pencurian minyak mentah di Jalan Brigjen Hasan Kasim, Lorong Pipa, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Kamis (12/01).
Peninjauan langsung orang nomor satu di Polda Sumsel tersebut, untuk mengungkapkan aksi pencurian yang dilakukan empat orang, yakni IB dan tiga pelaku lain masih buron, dengan cara menyedot minyak mentah milik Pertamina, yang terjadi pada Rabu (11/01) dinihari. Selain menangkap para pelaku, petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kalidoni,Polresta Palembang dan Polda Sumsel, mengamankan kran pipa besi, blencong, selang sepanjang 50 meter, minyak mentah seberat empat ton dan satu unit mobil truk Hino BG 8988 UW, yang digunakan untuk mengangkut minyak.
“Modus yang digunakan para pelaku ini mengambil minyak mentah dari dalam pipa, dengan menggunakan mesin penyedot. Namun, sebelum menyedot minyak pelaku terlebih dulu melobangi pipa dengan membukan klem besi yang terdapat dipipa,” kata Agung Budi Maryoto.
Jendral bintang dua menerangkan, para pelaku illegal taffing ini sudah sering menjalankan aksinya. Selain merugikan Pertamina, aksi ini sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar, lantaran rawan meledak.
“Kami akan usut kasus ini sampai keatas, sementara ini belum ada keterlibatan orang dalam maupun aparat yang terlibat dalam kasus ini. Masyarakat juga harus memberi infomasi kepada petugas, apabila melihat hal-hal mencurigakan jika tidak melaporkan hal tersebut bisa dikenakan pidana,” terangnya.
Sementara itu, Deri, warga Jalan Brigjen Hasan Kasim mengatakan, baru mengetahui kejadian pencurian minyak, setelah ada pihak kepolisian yang datang melakukan penggerbekan. “Saya khawatir radiasi gas yang ditimbulkan, jika ada pencurian minyak ditempat kami,” ujarnya. (bay)

















