PALEMBANG, fornews.co – Tewasnya satu keluarga di kompleks Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, dengan luka tembak memunculkan berbagai spekulasi seputar motif kasus ini.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menggemparkan masyarakat ini. Investigasi yang dilakukan menggunakan scientific investigation.
“Artinya (investigasi) secara ilmiah, Puslabfor tentu dilibatkan untuk memastikan apakah ini kasus bunuh diri atau ada hal-hal yang lain,” kata Kapolda kepada wartawan, Rabu (24/10).
Menurut Kapolda, meski dari olah TKP secara fisik, keterangan saksi pembantu maupun sopirnya, dan bukti-bukti secara fisik seperti ada tulisan di WhatsApp oleh FX Ong (suami dan ayah korban) yang diduga sebagai pelaku, lalu tulisan tangan di meja kerja, kemungkinan besar ini merupakan kasus bunuh diri.
“Tapi sekali lagi kami akan pastikan dengan scientific investigation. Seperti misalnya dari Puslabfor akan memastikan apakah di tangan dia (FX Ong) ada apa yang kami sebut GSR (gunshot residue). Kalau itu ada, maka bisa dipastikan ini bunuh diri. Kemudian, apakah tulisan yang kami temukan itu betul-betul tulisan dia dengan pembanding buku agendanya. Tentu dari Puslabfor (menentukannya) walaupun secara fisik oh itu tulisan dia,” papar Kapolda.
“Secara fisik asumsi kami ini (kasus) bunuh diri. Tetapi sekali lagi hasil scientific investigation-lah nanti yang menentukan. Akan didalami apakah ada GSR, lalu benarkah itu tulisan dia, kemudian ada juga rokok yang ditemukan, apakah itu rokok dia sendiri atau bukan walaupun ada darah (diduga milik pelaku) di rokok itu. Saya kira cepat (hasilnya), besok Kepala Puslabfor bisa ya (rilis hasilnya),” imbuh Kapolda.
Kapolda menambahkan, pihak keluarga para korban sedang dimintai keterangan oleh petugas Reskrim. Dari informasi awal tampaknya memang keluarga ini sedang mengalami masalah. Hal itu bisa dinilai dalam pembicaraan terduga pelaku di WhatsApp maupun tulisan tangannya yang ditemukan di TKP yang mengatakan sudah tidak tahan lagi dengan kondisi yang dialami.
“Jadi kemungkinan istrinya ini meminta dicerai. Bicara motif bisa saja dia tidak rela dan ikhlas untuk dicerai istrinya sehingga dia ambil keputusan bunuh diri, tapi dia tidak tega meninggalkan istri dan anak-anak termasuk anjingnya. Jadi bisa jadi motifnya masalah dalam keluarga. Tapi untuk pastinya lihat (hasil) pengembangan,” tukas Kapolda. (ije)

















