PANGKALAN BALAI, fornews.co – Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia memanfaatkan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 sebagai momen mendeklarasikan gotong royong jaga gambut. Deklarasi ini diikuti masyarakat dari 15 desa di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.
Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead menyatakan, salah satu wujud kemerdekaan masyarakat Indonesia adalah ekosistem gambut yang lestari dan merdeka dari kebakaran hutan dan lahan, serta bencana asap yang mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia.
“Melalui upacara bendera yang dilaksanakan bersama dengan masyarakat sekitar ekosistem gambut hari ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat bersama untuk mencapai kemerdekaan tersebut. Melalui peringatan 17 Agustus ini, rakyat Indonesia merdeka dan juga merdeka dari kabut asap di Sumatra Selatan,” ujarnya.
Nazir menjelaskan, Banyuasin terutama Kecamatan Muara padang merupakan penyangga suaka marga satwa Padang Sugihan. Pada tahun 2015 kebakaran lahan gambut di Padang Sugihan dengan luas 82 hektar cukup parah, sehingga lahan gambut harus selalu dibahas agar tidak menjadi bencana asap untuk Sumsel.
“Dengan adanya kegiatan gotong royong jaga gambut ini, ekosistem gambut yang ada di Banyuasin khususnya, dijaga terus dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, desa dan ormas-ormas/kelompok masyarakat sehingga tidak terjadi lagi kebakaran. Gambut kembalinya sehat, sehingga musim kemarau pun sumber air berlimpah untuk kehidupan,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Muara Padang, Lakoni Syarfan mengatakan, bahwa desa-desa yang ada di Kecamatan Muara Padang sangat antusias dengan kegiatan gotong royong jaga gambut ini.
“Wilayah kami lancar dan sukses, kelompok masyarakat antusias dan sudah ada desa-desa dengan beberapa kelompok masyarakat yang terlibat secara aktif mendukung dan mengupayakan restorasi lahan gambut terus berjalan,” ujarnya.(irs)
Berikut isi deklarasi gotong royong jaga gambut di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin :
1. Pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut dengan bijak.
2. Melindungi ekosistem gambut dari bahaya kekeringan dan kebakaran.
3. Mengajarkan anak-anak di desa untuk merawat gambut.

















