PALEMBANG, fornews.co-Gubernur Sumsel Alex Noerdin mencoba langsung menyelesaikan tantangan orienteering mulai dari start hingga finish dengan menyelesaikan 5 titik check poin, yang tersebar di Halaman Griya Agung, Minggu (08/10).
Bersama Ketua Umum Pusat Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI), kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo, orang nomor satu di Sumsel ini tak lupa membawa peralatan lengkap, mulai dari Kompas, Peta Orienteering, hingga Control Poin. “Orienteering ini banyak sekali manfaatnya. Selain melatih ketahanan fisik, mental dan kecepatan berfikir, juga berorientasi terhadap diri dan keadaan sekitar menggunakan peralatan navigasi,” ujar Alex, usai menghadiri pelantikan pengurus FONI Sumsel masa bakti 2017-2021, di Griya Agung, Minggu (08/10).
Alex meneruskan, olahraga yang berpacu dengan waktu itu, memabg sudah cukup dikenal di Indonesia. Apalagi, sudah ada lebih dari 10 kepengurusan tingkat provinsi. Bukan saja dari kalangan militer, kepengurusan sipil juga sudah ada, termasuk yang baru dilantik di Sumsel. Jadi, dia berharap, pengurus FONI Sumsel yang baru dilantik ini, bisa menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, dan harus meraih prestasi tingkat dunia.
“Kami harap pengurus FONI Sumsel segera menyusun program kerja dan melaksanakan kegiatan yang mempopulerkan olahraga orienteering. Karena orientering bisa maju tergantung ketuanya. Jadi Pak Belman, FONI sumsel harus menjadi yang terbaik di Indonesia, ahar pak Kunto bisa membanggakan Sumsel di tingkat Nasional, ” katanya.
Ketua Umum Pusat FONI, kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo menerangkan, awalnya olahraga orienteering ini diperkenalkan pada pelaksanaan Olimpiade Militer Dunia pada 2010 di Rio Jenerio, Brazil. Namun, olahraga ini sudah ada sejak abad ke-19 di Swedia. Orienteering ini bisa diartikan melintasi suatu daerah yang tidak diketahui dengan bantuan peta dan kompas.
Namun untuk Indonesia khususnya Sumsel, sambung Kunto, jenis olahraga ini belum begitu familiar. Atas dasar inilah, menjadi tugas pengurus daerah FONI Sumsel untuk mempopulerkan orienteering dengan menggelar berbagai kejuaraan, seperti bertajuk Gubernur Cup. “Awalnya orienteering ini dirintis khusus bagi kalangan militer. Namun, dengan terus berkembangnya hingga sekarang, dalam waktu satu tahun, Indonesia telah masuk sebagai anggota tetap Organisasi Orienteering Dunia,” terangnya.
Sementara, Ketua FONI Sumsel, Belman Karmuda yang baru dilantik mengatakan, siap mengemban tugas mempopulerkan olahraga ini ke seluruh masyarakat Sumsel. “Olahraga ini belum terlalu populer. Untuk itu, sudah menjadi pengurus daerah melakukan kegiatan orienteering bersama Mapala. Dalam waktu dekat ini, akan dilaksanakan kegiatan olahraga orienteering di Gunung Dempo, Pagaralam, yang digelar adik-adik Mapala Hiawata Teknik UMP,” tandasnya. (tul)

















