
-Moment Hari Pahlawan 10 November, Koramil Kayuagung Inisiasi Rehab Rumah Veteran
KAYUAGUNG- Diera globalisasi seperti sekarang ini, rupanya masih ada sebagian kecil pejuang yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan. Khasan Resmi (115), salah satu veteran yang berasal dari Siliwangi, Jawa Barat ini membulatkan tekad hijrah ke Pulau Sumatera tahun 1950. Diusianya yang senja, kakek renta ini berjuang dan bertahan hidup di rumah gubuk kayu berlantaikan tanah di Desa Lubuk Seberuk, Dusun 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI.
Kendatipun tinggal bersama anak perempuannya, namun kehidupan kakek ini terbilang serba kekurangan. Bahkan sudah bertahun-tahun hidup dibawah garis kemiskinan dengan mengharapkan bantuan ala kadarnya, baik dari tetangga maupun orang sekitar.
Sayang buah perjuangan kakek ini tak bisa dinikmati dimasa senja karena identitasnya tak terdata sebagai veteran. Ini akibat dari hilangnya data otentik berupa surat menyurat dan dokumrntasi sebagai bukti buah perjuangan saat melawan penjajah.
Selain tak termasuk dalam data legiun veteran, Khasan juga tak pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab OKI melalui Dinas Sosial OKI, termasuk bantuan-bantuan lainnya. Diusia senja ini memang seharusnya Khasan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Justru dizaman sekarang ini, legiun veteran ini harus berjuang melawan kerasnya kehidupan.
Beruntung, dimoment Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 ini seakan menjadi hari berarti bagi Khasan. Dibawah komando Danramil Kayuagung, RM Hatta dan anggota TNI lainnya dengan ikhlas memberikan bantuan ala kadarnya, yakni melakukan restorasi rumah Khasan.
“Awalnya kami mengetahui ada salah satu veteran yang masih bertahan hidup berdasar laporan Babinsa di Desa Lubuk Seberuk. Atas laporan itulah, kami langsung mendatangi dan melihat langsung kondisi Khasan. Rupanya semangat juang Khasan masih terlihat jelas. Bayangkan setiap HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus, beliau aktif ikut upacara bendera di kecamatan setempat. Ini yang membuat kami menjadi terharu dengan semangat beliau,” kata Danramil Kayuagung, Kapten Inf RM Hatta, Kamis (10/11).
Dia mengaku kepedulian yang ditunjukkan itu bukan semata-mata mengharapkan pamrih ataupun pujian, melainkan gerakan hati kecil untuk membantu veteran yang selama ini telah berjuang mati-matian melawan penjajah.
Menurut dia, rehab tempat tinggal Khasan hanya sebatas menyulap lantai dengan semen, membuat jamban dan kamar mandi, pengecatan serta perbaikan kecil lainnya.
“Sudah sepatutnya para veteran seperti Khasan ini mendapatkan kehidupan yang layak dan perhatian lebih. Sebab, tanpa perjuangan seperti veteran Khasan, tidak akan mungkin Indonesia seperti sekarang ini. Ya, bantuan ini murni dari hati nurani tanpa mengharapkan apapun,” ucap Hatta.
Dia mengaku sempat menyarankan kepada veteran Khasan untuk mengurusi data-data terkait perjuangan melawan penjajah ke Siliwangi. Lantaran faktor usia dan rentang kendali jauh sehingga veteran Khasan hanya bisa pasrah menghadapi kondisi saat ini.
Hatta berkeyakinan masih banyak orang-orang yang memiliki kepedulian tinggi untuk membantu kondisi seperti veteran Khasan ini dan pihaknya juga berharap ke depan ada perhatian lebih dari pihak terkait lainnya dengan harapan kehidupan Khasan jauh lebih baik lagi.(fian)

















