PALEMBANG, fornews.co – Warga yang tinggal di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di kawasan Jalan Kancil Putih, Kelurahan Demang Lebar Daun dan sekitarnya, mengeluhkan pengerjaan perbaikan jalan di kawasan tersebut.
Pasalnya, lebih dari sepekan jalan yang sudah di cor tersebut belum dilanjutkan dengan pengaspalan. Dampaknya, batu-batu koral kecil dari pengecoran tersebut justru berhamburan. Namun, yang lebih parah debu dari semen jalan itu berhamburan hingga membuat perumahan warga di sekitar menjadi kotor penuh debu.
Bukan itu saja, dampak dari berterbangannya debu tersebut, membuat warga sekitar terjangkit batuk-batuk, lantaran kerap terhisap debu dari pengerjaan jalan itu. Apalagi, beberapa hari belakang, cuaca Kota Palembang cukup terik dan belum turun hujan. Ditambah, tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Soekarno Hatta tersebut.
“Ini sudah parah, sangat mengganggu kebersihan, kenyamanan dan kesehatan warga di sekitar jalan ini,” ungkap HM Wilson, Jalan Kancil Putih Pulau, Lorong Pulau 2 RT47 Kelurahan Semang Lebar Daun, Senin (09/07).
Wilson menuturkan, pihak pemborong tidak melakukan tindakan pemeliharaan sama sekali, dengam menyiram air atau memasang rambu-rambu agar kendaraan memperlambat perjalanannya. Kemudian tidak adanya petugas proyek yang datang ke lokasi untuk mengawasi proyek tersebut, sehingga warga tidak dapat menyampaikan keluhannya langsung kepada pihak pemborong.
“Debu sampe masuk ke dalam rumah dan mengganggu kesehatan kami. Rumah juga tak pernah bersih lagi, harus disapu dan dipel berulang-ulang. Karena debu terap numpuk dan nempel dilantai, perabotan rumah, terutama debunya nyangkut di AC,” keluhnya.
Pemilik showroom mobil Tip Top Auto ini menambahkan, karena debu itu juga berdampak pada usaha jual belinya. Debu mengotori mobil pajangan dan konsumen pun jadi segan untuk mampir. “Ya pastinya konsumen merasa tidak nyaman melihat debu tebal beterbangan, hingga bikin sesak nafas dan batuk-batuk,” tukasnya.
Sementara, salah satu petugas keamanan di perusahaan yang berada tak jauh dari lokasi perbaikan jalan tersebut mengatakan, kondisi debu-debu yang berterbangan ini bukan hanya disekitar dekat perbaikan jalan itu saja. Tapi sudah menyebar hingga ke pemukiman yang ada di seberang jalan itu.
“Lihat saja, semua tanaman di sekitar sini semua tertutup debu. Mungkin pemilik usaha jual beli mobil yang persis di depan jalan yang diperbaiki itu sangat terganggu. Kemarin saja saya ngobrol sama warga yang rumahnya di seberang jalan ini ikut mengeluh karena rumahnya banyak debu,” kata petugas keamanan itu, yang enggan disebut namanya.
Pantauan fornews Senin (09/07) pagi, memang pihak pemborong sudah menyirami perbaikan jalan itu dengan air. Tapi muncul masalah baru, jalan tersebut menjadi becek dan licin, hingga mengganggu pengguna jalan, terutama motor. (tul)

















