
BATURAJA-Hampir setiap hari hujan mengguyur Bumi Sebimbing Sekundang, karenanya pada musim penghujan saat ini, Dinas Kesehatan Dinkes Ogan Komering Ulu (Dinkes OKU), mengimbau masyarakat agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar halaman rumah mereka. Terlebih diingatkan pada tempat yang kerap digenangi air.
Imbauan tersebut disampaikan langsung Kepala Dinkes OKU, Suharmasto MKes didampingi Kabid Sumber Daya Kesehatan Andi Prapto kepada fornews.co Minggu (16/10).
Dia menjelaskan, saat memasuki Agustus lalu, perkembangan nyamuk demam berdarah dalam hal ini aedes aegepty, begitu mudah. “Kita terus mengantisipasi, terus mensosialisasikan di setiap Puskesmas, Puskesdes dan Pustu. Beberapa tindakan pencegahan di setiap daerah yang memiliki kasus demam berdarah. Dari memberikan abate, dan kelambu anti nyamuk dari Kemskes. Jadi tinggal kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya, dengan mengantisipasi berkembang biakan nyamuk aedes aegepty,” ujarnya.
Selanjutnya, sambung dia, saat memasuki musim penghujan, kasus DBD umumnya mulai bermunculan. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan lembab, dan mudah sekali bagi nyamuk untuk berkembang biak. “Pada akhir tahun hingga awal tahun memang kasus DBD mulai tampak. Karena hal ini telah memasuki musim penghujan. Jika di pertengahan tahun ini musim kemarau, jadi nyamuk sulit untuk berkembang,” tuturya.
Andi Prapto menambahkan, ada beberapa langkah yang dapat diambil masyarakat. Masyarakat, bisa memutuskan mata rantai perkembangan nyamuk aedes aegepty dengan menguras bak air, dapat membuang sampah kaleng di sekitar rumah, serta dapat menutup rapat tempat penampungan air untuk konsumsi.
Jika berdasarkan hasil pemantauan Dinkes, dijelaskan dia jika aedes aegepti tampak lebih aktif dalam menyerang warga yang berada di dalam rumah, dibanding mereka yang berada di luar rumah. Adapun waktu aktif nyamuk-nyamuk tersebut menggigit, menurut dia, terjadi pada pagi hingga sore hari. “Untuk nyamuk itu, dapat lebih aktif pagi dan sore. Kalau kita lihat di beberapa kasus sebelumnya, anak yang di dalam rumah lebih rentan diserang nyamuk demam berdarah jika dibandingkan yang berada di luar rumah,” pungkasnya. (ibr)

















