SEKAYU, fornews.co – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melakukan wawancara eksklusif dengan tiga media nasional, Sindo, Republika, dan Media Indonesia dalam agenda Coffe Morning Bersama di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (01/08).
Ketiga media tersebut dihadirkan oleh Kasubdis Penmedtak Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) Kolonel Inf Paiman, Kapten Chb Arvianto, didampingi Kodam II/Swj Mayor Cba Made dan Korem 044/Gapo, Kapenrem Mayor lnf Binsar Simanjuntak.
Pada kesempatan itu, Dodi diwawancara soal program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Mengawali perbincangannya, Dodi menjelaskan bahwa, TMMD sebagai program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat, merupakan salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan pembangunan.
“TMMD ini diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah,” kata Dodi.
Menurut Dodi, dengan wilayah yang cukup luas serta adanya desa yang berjarak jauh antardesa maupun kecamatan, maka perlu pembangunan infrastruktur jalan penghubung desa. Sehingga salah satu program prioritas Pemkab Muba melalui TMMD adalah untuk membangun fisik dan non fisik masyarakat desa.
“Kesulitan membangun desa karena jalan antardesa penghubung yang jauh, pasti biaya mahal. Sedangkan kita punya ruas-ruas jalan strategis antarkecamatan yang menjadi salah satu prioritas kita. Nah, salah satu solusi untuk memberdayakan masyarakat desa di tingkat lokal, apalagi desa-desa yang terpencil dan jauh, maka kita buatkan program TMMD ini,” papar Dodi.
Dodi melanjutkan, manfaat TMMD selain merupakan program Pemkab Muba dalam misi membangun desa, tapi juga bisa mendapatkan sasaran yang lebih dengan adanya kegiatan fisik dan non fisik dengan pihak TNI dan seluruh masyarakat dilibatkan.
“Dandim juga inginkan masyarakat ikut gotong royong, misalkan bangun jembatan 4×2 meter itu jadi bagian manunggalnya TNI dengan masyarakat dan Pemkab Muba,” terangnya.
Secara detil, berikut wawancara Sindo, Republika, Media Indonesia bersama Bupati Dodi Reza :
Dengan keterlibatan peran serta masyarakat dalam program TMMD ini, apakah bisa dikatakan ke depan mereka bisa menjaga karena turut langsung membangun?
Dodi menjelaskan, pertama, masyarakat merasa diberdayakan, karena fungsi penting dari negara hadir di tengah masyarakat adalah pada saat terjadi masalah kita hadir.
Ke-dua, pada saat suasana kondusif kita bisa berikan sebuah pemberdayakan ke masyarakat, selain meningkatkan potensi lokal kita memberikan masyarakat seperti itu, dan program lainnya. Itu salah satu insentif bagi mereka dan juga warga mempunyai rasa kepemilikan dari program yang sama-sama infrastruktur yang dibangun bersama dengan gotong-royong.
Seperti contoh, jika jalan yang sudah mereka perbaiki bersama kemudian dilewati mobil truk perusahaan, maka masyarakat pasti akan turun langsung untuk mengimbau perusahaaan agar idak membawa tonase yang berat, karena bisa merusak jalan.
Peran serta Pemkab Muba terhadap TMMD ini seperti apa?
Pertama, kita komitmen bahwa dari tahun ke tahun program TMMD ini merupakan salah satu program startegis dari Pemkab Muba, yang mana punya dua sasaran, yaitu fisik dan non fisik. Kalau ini sudah jadi program strategis, artinya harus berkesinambungan dan konsisten , sesuai dengan tujuan TMMD sendiri, bahwa kita ingin pemerintah dan TNI hadir di masyarakat untuk membangun daerah jauh, pelosok dan terpencil. Nah ini saya pandang memang dibutuhkan dalam mewujudkan misi Pemkab Muba membangun desa.
Di samping fisik ada non fisik, di mana non fisik ini membangun pola fikir masyarakat. Nah, TMMD dipilihkan lokasi yang memang daerah tersebut harus diperkuat rasa kebangsaannya, maka perlu ditanamkan paham pencegahan radikalisme, terorime dan terutama penyebaran narkoba, karena ini masalah berat.
Saya lebih konsen soal pencegahan peredaran narkoba, karena kalau untuk pemahamam radikalisme dan terorisme tidak juga, karena Kabupaten Muba termasuka zona zero conflict, tergolong kondusif. m
Makanya sekarang Pemkab muba sudah memberlakukan Perda Pembatasan Pesta Rakyat untuk mencegah peredaran narkoba.
Dukungan Pemkab Muba sendiri untuk TMMD seperti apa?
Alhamdullilah dari tahun ke tahun anggaran untuk program TMMD ini terus meningkat. Tahun lalu di Desa Purwosari Lais Rp1,4 miliar. Dan sekarang, karena luasan pekerjaan fisiknya cukup besar dan kami juga percaya dengan TNI melalui program yang sangat bagus ini, jadi anggaran kita naikkan hampir dua kali lipat menjadi Rp2,45 miliar. Dan tahun-tahun berikutnya tidak menutup kemungkinan jika dipandang daerah tersebut secara masif butuh pembangunan dan banyak program bersama TNI, maka anggaran akan kita naikkan lagi. Jika sekarang tertinggi di jajaran wilayah Kodam II, nanti bisa saja tertinggi di wilayah Indonesia.
Jadi maksimalkan fungsi TMMD ini, filosopinya bukan hanya manunggalnya TNI dengan masyarakat saja, namun negara hadir bersama masyarakat untuk sama-sama membangun daerahnya.(bas)
















