PALEMBANG, fornews.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatra Selatan melaporkan masih sering diguyur hujan. Kondisi ini menandakan Sumsel masih berada dalam fase basah.
Hasil monitoring hingga pemutakhiran data Hari Tanpa Hujan (HTH) pada 20 Januari 2026 di provinsi tersebut menunjukkan mayoritas daerah masuk kategori Sangat Pendek, yakni hanya 1–5 hari tanpa hujan.
Wilayah yang didominasi kondisi tersebut meliputi Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat, dan Pagar Alam, serta sebagian wilayah Empat Lawang, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, OKU Timur, dan Ogan Komering Ilir.
BMKG juga mencatat tidak ada wilayah yang masuk kategori Pendek (6–10 hari) tanpa hujan. Sementara kategori Menengah (11–20 hari) hanya terpantau di sebagian kecil wilayah Musi Banyuasin bagian utara.
Adapun kategori Panjang (21–30 hari), Sangat Panjang (31–60 hari), hingga Kekeringan Ekstrem (>60 hari) saat ini tidak ditemukan di seluruh wilayah Sumatra Selatan.
Menurut BMKG, kondisi tersebut menunjukkan curah hujan masih relatif merata.
Meski demikian, masyarakat dan pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap potensi dampak hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan longsor, khususnya di wilayah yang rawan.
Intensitas hujan yang masih tinggi dapat memicu luapan sungai, tersumbatnya drainase, hingga pergerakan tanah di kawasan perbukitan.
Karena itu, warga diimbau untuk memastikan saluran air di sekitar rumah berfungsi dengan baik, mengamankan barang-barang penting, serta mengenali jalur evakuasi di lingkungannya.
Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan debit sungai, kesiapan pompa pengendali banjir, serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru sebagai dasar perencanaan aktivitas harian dan langkah pengurangan risiko bencana, agar dampak yang mungkin timbul selama musim hujan dapat diminimalkan.

















