PALEMBANG, fornews.co – Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengingatkan kepada seluruh kader partai di Sumsel, untuk mengoptimalkan perjuangan untuk memenangkan Pasangan Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo – Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.
“Saya sudah survei Sumsel, Prabowo – Sandi menang tapi tipis, tapi kita mau menang tebal. Tidak ada waktu lagi, semua harus berjalan dan berjuang, jangan mau menang tapi malas,” tegasnya kepada seluruh kader, saat menyampaikan pidato politik pada acara Konsolidasi Kader PAN se – Sumsel untuk Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, di Hotel Swarnadwipa, Selasa (13/11).
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengungkapkan, sekarang waktu tidak banyak lagi, tinggal 155 hari. Karena PAN sudah menentukan pilihan, maka semua harus bertanggung jawab kepada semua pemilih dan masyarakat Indonesia.
“Kalau sudah menentukan pilihan yang terbaik, maka harus berjuang. Caranya, saya percaya semua caleg punya ilmu, tapi kader pan tidak boleh terpancing sindir menyindir, harus santun, serta tanya kepada rakyat Sumsel, bagaimana harga sembako naik apa turun, pengeluaran bertambah, dan sebagainya,” ungkapnya.
Zulhas mengatakan, bahwa negara ini butuh perubahan, dan PAN sendiri sudah mengambil sikap yang bukan asal asalan. Tapi dengan pondasi yang sangat kokoh untuk indonesia.
“Bukan karena rekanan, uang dan jabatan tapi karena ingin membawa Indonesia damai, pemimpin berwibawa. Indonesia ini negeri muslim terbesar di dunia yang harus punya perubahan. Tapi itu semua tidak mudah, namun meyakini bahwa pilihan kita adalah yang terbaik, maka kita harus berjuang,” tegasnya.
Sementara, Cawapres Indonesia nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan, ada dua pesan yang disampaikan Capres Prabowo Subianto, yakni pesan damai, sejuk, santun, jangan baperan (terbawa perasaan), serta ikut saling mencaci maki.
“Pesan yang kedua, fokus di ekonomi. Kita punya SDM yang melimpah, tapi mengapa belum bisa mengoptimalkan. Jadi kita harus lahirkan pemerintah yang sanggup melawan mafia mafia impor, berani melawan untuk tidak memberikan tenaga kerja asing. 2019 kita buka lapangan pekerjaan untuk masyarakat indoensia seluas luasnya,” tuturnya.
Sandi berharap, dengan sisa waktu 155 hari ini maka semua kader PAN di Sumsel harus berjuang untuk membawa perubahan di Indonesia. “Kalau semua caleg sehari bisa melakukan 10 hari pertemuan kegiatan dengan masyarakat, Insyaallah waktu yang tersisa ini bisa optimal,” tandasnya. (tul)

















