
PALEMBANG, fornews.co–Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan, bahwa hingga akhir 2017 nanti, Sumsel masih dalam status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi ini harus dicegah sedini mungkin, dengan mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mencegahan.
“Keberhasilan penanggulangan karhutla di wilayah Sumsel 2016 lalu cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Terbukti, dengan terkendalinya jumlah titik api (hotspot) berkurang sebesar 99,7%. Begitu juga pada pertengahan Febuari 2017 telah terpantau 11 titik api, namun sudah bisa dikendalikan,” ujarnya, pada apel kesiapsiagaan 1.350 lebih personel gabungan berikut peralatan lengkap di halaman Griya Agung Palembang, Sabtu (18/02).
Alex menerangkan, keberhasilan itu bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan masih ada babak baru yang harus dihadapi, apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games 2018. “Kita harus bekerja lebih ekstra lagi tahun ini, dengan mempertahankan serta meningkatkan pencapaian kita agar kedepannya lebih baik lagi. Kalau masih terjadi Karhutla, Asian Games tidak akan bisa berlangsung. Tentu hal ini bukan yang kita harapkan,” terangnya.
Kepala BNPB RI Willem Rampangiley mengatakan, sangat mengapresiasi keberhasilan pencegahan karhutla di wilayah Sumsel tahun 2016 lalu. Karena, tugas penanggulangan karhutlah ini tidak semakin ringan, lantaran harus dilakukan kerja keras bersama dan berkolaborasi dengan faktor cuaca.
“Keberhasilan dalam menjalankan tugas penanggulangan Karhutla tahun ini akan menjadi indikator di tahun- tahun yang akan datang, jangan cepat puas dengan keberhasilan di 2016, lakukan upaya pencegahan sebaik-baiknya, kalu ada Api sekecil apapun padamkan segera,” katanya, kepada para peserta apel. (tul)

















