
PALEMBANG-Atlet FPTI Musi Banyuasin (Muba) M Hinayah dan Nila Okta Lestari serta Alimin Nurdin dari FPTI Muara Enim akhirnya menjadi yang terbaik pada babak final kategori lead umum perorangan putra-putri dan speed klasik perorangan putra, pada Kejuaraan Derah (Kejurda) Palaspa Wall Climbing Competition (PWCC) di Arena Panjat Tebing Universitas PGRI Palembang, Sabtu (19/11) sore.
M Hinayah keluar sebagai juara kategori speed klasik perorangan putra, setelah menjadi yang tercepat di babak final kategori speed klasik perorangan putra dengan catatan waktu 7,10 dan 6,08 dari dua kali pemanjatan di jalur 1 dan 2, mengalahkan rekan satu timnya dari FPTI Muba Wira Hutanianto dengan waktu 8,72 dan 6,39.
Sementara posisi ketiga ditempati Alimin Nurdin dari FPTI Muara Enim, usai dirinya mencatatkan waktu 9,63 dan 7,7 pada perebutan tempat ketiga menghadapi RM Wisnu Dinata dari K9 Team yang terkena pinalti, setelah terjatuh pada pemanjatan 1 dan 2.
Pada kategori lead umum perorangan putra, Alimin Nurdin dari FPTI Muara Enim menjadi juara pertama dengan perolehan poin 13 di babak final, mengalahkan Medy Alamsyah dari Shelter OKI yang mendapatkan poin 5,2 di urutan kedua. Sementara Bayu Sukma Harjo dari Poltek Negeri Sriwijaya harus puas di posisi ketiga dengan poin 5,1 dan RM Wisnu Dinata di peringkat empat dengan poin 5.
Sedangkan di kategori lead umum perorangan putri, Nila Okta Lestari dari FPTI Muba keluar sebagai juara pertama, setelah di babak final mendapatkan poin 16. Diikuti Retno Tiyas Lestari dari Spider Wall dan Vivin Lestari di urutan kedua dan ketiga dengan poin sama 10 serta AG Natalia dari Kapta Tanjung Enim di posisi keempat dengan poin 9.
Rektor Universitas PGRI Palembang, Syarmawi Ahmad melalui bagian kemahasiswaan, Adriansyah mengatakan, kegiatan PWCC diharapkan dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lain agar lebih termotivasi untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
“Kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan bagi Universitas PGRI Palembang yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa (Porsenasma) Perguruan Tinggi PGRI ke III se-Indonesia 2017 mendatang,”ungkapnya.
Dia melanjutkan, melalui kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan bibit atlet panjat tebing, yang nantinya dapat membawa nama Universitas PGRI Palembang di berbagai ajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
“Kita berharap panjat tebing bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingan di ajang Porsenasma mendatang,”harapnya.
Presiden Juri PWCC, Rusman Afandi menambahkan, melalui kejuaraan seperti ini pihaknya berharap akan terus bermunculan atlet-atlet muda berkualitas.
“Semakin banyak kompetisi seperti ini, maka hasil latihan yang telah dilakukan bisa terlihat hasilnya,”tambahnya. (har)

















