
BATURAJA, fornews.co-Dinas Perikanan Ogan Komering Ulu (OKU), mengaku tahun ini belum bisa berbuat banyak untuk membenahi Balai Bibit Ikan (BBI) yang sudah tidak memadai lagi.
Kepala Dinas Perikanan OKU, Hj Tri Aprianingsih mengatakan, untuk pemebanahan BBI dan meningkatkan produktifitas indukan ikan, membutuhkan biaya tidak sedikit. Sebagai gambaran, biaya perawatan indukan agar produktif, bisa menghabiskan biaya sebesar Rp35 juta perbulan. Belum lagi pembenahan kolam-kolam BBI yang ada di Blambangan dan Tanjung Baru.
“Semoga tahun 2018, program kita bisa dilaksanakan, minimal Balai Benih Ikan (BBI) sudah memiliki induk yang baru dan akan menghasilkan benih ikan yang berkualitas untuk menunjang perkembangan perikanan Kabupaten OKU,” ujarnya Senin (06/03).
Dia menjelaskan, luas kolam yang di miliki UPTD BBI Blambangan ada 1,7 hektare, dan yang di Tanjung Baru seluas 0,3 hektare, kondisinya harus dilakukan perbaikan dan peremajaan indukan terlebih dahulu. Karena memang usianya sudah berkisar 10 tahun. “Untuk indukan ini, akan segera dilelang. Tentu masih butuh proses, tidak bisa langsung dilelang,” bebernya.
Lebih jauh dikatakan Tri, di samping mengoptimalkan kolam-kolam yang ada, juga telah melakukan pendataan jumlah pembudidaya ikan dan pengusaha ikan untuk melakukan pembinaan. “Jumlah pembudidaya ikan ada 7 kelompok usaha, pengolahan dan pemasaran ikan 15 kelompok usaha, dan kelompok pengolahan ikan tersebut sudah pernah mendapat bantuan, dan ini akan terus dibina,” tandasnya. (wil)

















