
KUNTO Hartono akhirnya menasbihkan diri sebagai drummer yang mampu menggebuk drum selama 145 jam tanpa berhenti. Torehan tersebut menjadikan pria asal Surabaya itu memecahkan rekor dunia Steve Gaul, drummer asal Kanada, Amerika Serikat selama 134 jam, yang tercatat di Guinness World of Records.
Rekor The Longest Drumming Marathon 145 Hours Guinness World Records yang dibukukan drummer sakti tersebut, dibuat Kunto di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, mulai 30 Desember 2016-6 Januari 2017. Even ini sendiri merupakan bagian dari HUT Kodam II Sriwijaya ke-71.
“Lawan terberat itu emosi. kalau ada yang membuat saya tidak nyaman siapapun tak peduli, termasuk istri sekalipun,” ungkap Kunto saat dibincangi jelang beberapa jam sebelum rekor tersebut dipecahkanya, Jumat (07/01).
Drummer kelahiran Genteng Kulon-Banyuwangi, 27 Maret 1977 itu menuturkan, selama menjalani hari-hari sulit menggebuk drum tersebut, dia mensiasati waktu istirahatnya. karena, setiap empat jam sekali, Kunto diberi kesempatan rehat 20 menit. “Ya sudah beberapa kali istirahat, sekitar 15 kali istirahat. ini sudah melewati pemecah rekor sebelumnya,” tuturnya, seraya mengatakan untuk menyiapkan even besar ini Kunto membawa 20 personel yang dibawa dari Jakarta dan Surabaya seperti musisi, teknisi (soundman) , manajer.
Namun, ada hal-hal yang membuat suami dari Fenny ini merasakan halusinasi ketika menabuh drum pada malam hari. “Kadang saya merasa di mall, kadang juga seperti sedang berada di keraton,” katanya, dengan raut wajah yang pucat sembab dan mata yang tetap menahan kantuk.
Terlebih, memasuki hari-hari terakhir fase menuju pemecahan rekor, dimana kondisi fisik Kunto terus tergerus dan emosi yang kadang tak stabil, belum lagi menghadapi rasa kantuk yang amat sangat, membuat istri, rekan-rekan yang berada di sampingnya terus memberi semangat. Sesekali juga sang istri menyeka keringat Kunto dan menyodorkan air minum untuk sang suami.

Seperti pada hari ke-6 (Kamis 06/01) malam, meski drumer asal Surabaya ini tetap fokus menggebuk drumnya menemani band-band pendamping yang datang silih berganti, tetap saja sangat tampak kelelahan dari putra pasangan Mustamar (alm) dan Yully (alm) itu. Karena pada Kamis malam tadi, Kunto harus meladeni band-band pendamping yang memiliki aliran rock, blues, pop, reggea. “Saya salut dengan permainan anak-anak blues malam ini. Membuat lupa kalau saya mengantuk,” ucapnya, usai salah satu blues band, melantunkan lagu Little Wing, yang dipopulerkan Jimmy Hendrick, Kamis (05/01) malam.
Perjuangan Kunto untuk mewujudkan prestasi ‘gila’ ini tidaklah mudah. Karena dia harus menyiapkan banyak hal, termasuk mencari donatur, sponsor dan segalanya. Bahkan, pria yang telah memecahkan beberapa kali rekor menggebuk drum ini, harus mencari sendiri dana untuk penyelenggaraan even ini.
Beruntung, secara bersamaan dalam rangka HUT Kodam II Sriwijaya ke-71 dan Kunto dan rekan-rekannya menawarkan untuk men-suport even tersebut. Hingga pada akhirnya, ada beberapa pihak yang mau bekerjasama dengan Kunto untuk merealisasikan pemecahan rekor tersebut.
Sementara, Danrem 044/GAPO Letkol TNI Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, pihaknya justru lebih merasakan kekhawatiran, stress, bingung, salut dan bangga. Karena, bagi orang yang mungkin yang pernah mengalami prosesi naik turun, tahu bagaimana merasakan perjuangan tersebut.
“Di sini kita lihat bagaimana, untuk motivasi diri dan tidak menyerah, mempercayakan kekuatan pada yang menciptakan. Karena, misi itu harus ada progresnya, ini semua belajar dari cara yang sama hanya profesinya yang berbeda. Tentu kami bangga sesama anak bangsa yang punya visi sama, dengan totalitas, seni, seperti apa perjuangan hari demi hari hingga detik-detik terakhir,” katanya.
Sebelumnya, Kunto Hartono melakukan eksebisi pertamanya dengan memecahkan rekor MURI Menabuh Drum 24 Jam NonStop pada tanggal 27 – 28 Oktober 2002 di Plaza Balaikota Bogor.
Setahun kemudian atau pada 4 – 6 Agustus 2003, Kunto kembali memecahkan rekor MURI dengan Menabuh Drum 61 Jam 15 Menit di GOR Padjajaran – Bogor. Pada tanggal 29 Desember 2003 – 1 Januari 2004, Kunto menjalani pemecahan rekor dunia dengan tajuk event SpectacuLAr Drumming Marathon 72 Hours Guinness World Records, yang diselenggarakan salah satu stasiun TV swasta di Plaza GOR Soemantri Brojonegoro – Kuningan – Jakarta.
Event SpectacuLAr Drumming Marathon 72 Hours Guinness World Records pada saat itu cukup menghebohkan dan menyita perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia, karena dievent tersebut mengangkat perjuangan salah satu Generasi Muda Bangsa Indonesia (Live Reality Show) menembus rekor dunia dengan menabuh Drum selama 4 hari 3 malam.
Pihak penyelenggara langsung mengirimkan bukti-bukti otentik (salah satunya adalah rekaman Audio Visual) event pemecahan rekor dunia tersebut ke pihak Guinness World Records yang berkedudukan di London – Inggris. Pada bulan Juni 2004, perjuangan dan penantian panjang Kunto Hartono akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Pihak Guinness World Records yang berkedudukan di London, mengirimkan Sertifikat The Longest Drumming Marathon By An Individual Lasted For 74 Hours kepada Kunto Hartono yang dialamatkan di Bogor (rumah orang tua Kunto Hartono). (tul)
Beberapa event sebelum Kunto Hartono menjalani rekor dunia Drumming Marathon yang sesungguhnya :
-Menabuh Drum 8 Jam di Banyuwangi With Indosat IM3, 8 April 2006.
-Menabuh Drum 8 Jam di Bogor With Mbah Surip (Alm.), 17 Agustus 2006.
-Menabuh Drum 12 Jam NonStop di Soundrenaline Ancol, 20 Agustus 2006.
-Menabuh Drum 90 Jam di Orentz Cafe, Panaragan – Bogor, 4 – 9 Desember 2009.
















