
SEKAYU, fornews.co – Pataria (60) petani di Desa Pagar Kaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjadi korban serangan beruang madu.
Informasi di lapangan, periatiwa yang menimpa istri Pangemin (62) ini, diserang satwa liar yang dilindungi tersebut, saat menyadap karet di kebunnya. Beruang madu (Helarctos malayanus), masuk ke kebun warga akibat semakin menipiskan habitatnya yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan milik warga atau perusahaan.
Dari penuturan Pangemin, beruang yang menyerang istrinya, sedang mengiring anaknya diduga sedang mencari makan. Karena, melihat manusia dan merasa terancam serta guna melindungi anaknya, beruang indukan lantas menyerang istrinya yang sehari-hari nyadap karet.
“Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, saat sedang berada di kebun untuk menyadap karet,” ujar Pangemin, saat ditemui di RSUD, Kamis (03/08).
Ia menceritakan, saat kejadian, posisi mereka berdua cukup jauh, tiba-tiba istrinya menjerit minta tolong. Dirinya bahkan sempat melihat dua ekor beruang, satu kecil dan satunya lagi berukuran lebih besar. Beruang yang ukuran besarlah yang menyerang istri Pangemin.
“Kami berpisah cukup jauh, tiba-tiba terdengar istri saya berteriak minta tolong. Setelah saya melihat istri saya sudah roboh penuh luka,” terang Pengemin.
Melihat kondisi istrinya bercucuran darah akibat cakaran beruang, Pengemin kemudian langsung melarikan istrinya dengan digendong keluar dari kebun. Dengan dibantu masyarakat sekitar akhirnya korban dirawat ke Puskesmas Tebing Bulang, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Sekayu, untuk penangan medis lebih lanjut.
“Kata istri saya, ia dua kali di serang beruang karena saat saya datang menolong beruangnya sudah lari. Saat diterkam pertama dia jatuh, saat dia bangkit kedua itu diserang lagi,” bebernya.
Atas kejadian tersebut, korban menderita luka robek di kepala dan hampir seluruh tubuh dan masih menjalani perawatan medis di ruang Medang RSUD Sekayu. (cak)

















