
PALEMBANG, fornews.co-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI, Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan, perlunya dilakukan kewaspadaan di semua daerah termasuk Sumsel, untuk menghadapi radikalisme dan terorisme. Karen, ancaman ini sangat beragam melalui berbagai modus.
“Seperti saya sampaikan, ada sekitar enam orang mantan narapidana teroris di sekitar Sumsel, begitu juga ada di Lapas. Artinya, ini semua sangat dinamis sehingga perlu diantisipasi dan yang terpenting mencegah paham radikal yang akan menjurus pada terorisme agar kita cegah bersama,” ujarnya, pada Rakor Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) se-Sumsel, dalam penanganan konflik SARA dan penanganan terorisme di Sumsel, di Griya Agung, Kamis (03/08).
Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, rakor ini untuk mewaspadai sejak dini serta mencegah terjadinya konflik SARA dan penanganan terorisme di wilayah Sumsel. “Tujuan pertemuan ini untuk mewaspadai sejak dini munculnya SARA dan terorisme. Selain mewujudkan dan meningkatkan koordinasi antara aparatur pemerintah, serta persiapan reaksi dini, apalagi kedepan bakal ada beberapa agenda besar di Sumsel seperti pilkada serentak dan Asian Games 2018,” katanya.
Alex menerangkan, upaya penanggulangan konflik SARA dan penanggulangan terorisme harus diwaspadai sejak dini sehingga setiap individu harus waspada. Walaupun, sampai saat ini belum pernah terjadi konflik sosial bernuansa SARA ataupun radikalisme serta terorisme di Sumsel. “Kita semua beruntung bisa mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama, karena belum tentu daerah lain bisa menghadirkan semua narasumber seperti rapat koordinasi ini. Jadi, saya instruksikan FKUB Provinsi Sumsel turun langsung ke masyarakat guna mengantisipasi berkembangnya SARA. Saya juga mengajak seluruh ulama dan Kiai di Sumsel agar memberikan ajaran yang benar, untuk menghindari berkembangnya ancama radikalisme dan terorisme di Sumsel,” terangnya.
Rakor ini juga dihadiri Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, Mayjen Soedarmo, Kapolda Sumsel Agung Budi Maryoto, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Marga Taufiq, Bupati Muba, Bupati Muara Enim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan Sumsel, Ormas, Organisasi Pemuda, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat dan lainnya. (tul)
















