DILI, fornews.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia resmi meluncurkan Sistem Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami di Instituto de Geociências de Timor-Leste (IGTL), Dili.
Peluncuran dilakukan dalam kegiatan bertajuk “Strengthening Resilience through Geosciences: Launch of the Development of Earthquake Information and Tsunami Early Warning System”.
Peluncuran dihadiri oleh Presiden IGTL Job Brites dos Santos, Sekretaris Negara Bidang Perlindungan Sipil Domingos Mariano Reis, dan pejabat terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas mitigasi bencana di kawasan Asia Tenggara.
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa kolaborasi antara BMKG dan IGTL merupakan komitmen nyata melindungi masyarakat dari ancaman gempabumi dan tsunami.
“Kerja sama ini bukan sekadar simbol persahabatan, tetapi langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan lintas negara,” ujarnya.
Dwikorita menjelaskan, wilayah Timor Leste secara tektonik memiliki struktur sesar naik yang rawan memicu gempa dan tsunami.

Peristiwa tsunami akibat gempa M6,9 pada 1995 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Sistem yang dibangun di IGTL mengadopsi teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), yang kini berperan sebagai Tsunami Service Provider untuk 28 negara di Samudra Hindia dan pusat informasi gempabumi bagi 10 negara ASEAN.
Presiden IGTL Job Brites dos Santos menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas dukungan dan transfer teknologi.
“Ini tonggak penting bagi keselamatan publik Timor Leste,” ujarnya.
Kerja sama kedua negara akan terus diperkuat melalui program Early Warning for All & Early Action by All sesuai target PBB tahun 2030, dengan fokus pada pelatihan teknis, pertukaran ahli, dan penyusunan peta bahaya tsunami.
“Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan yaitu keselamatan masyarakat, nol korban, dan kesejahteraan berkelanjutan,” tegas Dwikorita.
















