JAKARTA, fornews.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia seiring puncak musim hujan.
Jenis bencana yang terjadi masih didominasi hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang, dan longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengatakan bahwa laporan tersebut dihimpun dari pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 19–20 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
“Beberapa daerah mengalami dampak cukup signifikan, terutama di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ujar Abdul Muhari, Selasa, 20 Januari.
Kabupaten Karawang menjadi wilayah dengan dampak terbesar. Curah hujan tinggi membuat Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap dan merendam permukiman di 27 desa pada 12 kecamatan serta satu kelurahan.
BNPB mencatat 4.304 kepala keluarga atau 13.841 jiwa terdampak, termasuk ratusan balita, bayi, dan lansia. Sebanyak 2.413 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.
Sementara itu, petugas gabungan melakukan evakuasi warga, asesmen kebutuhan, serta pendistribusian bantuan logistik.
Di beberapa lokasi, tinggi genangan masih berkisar antara 10 hingga 200 sentimeter.
Masih di Jawa Barat, Kota Bekasi juga terdampak hujan deras disertai angin kencang.
Banjir dan pohon tumbang terjadi di sejumlah titik. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus, dan sekitar 197 warga sempat mengungsi.
Petugas mengevakuasi warga yang terjebak, membersihkan pohon tumbang, serta menyalurkan bantuan logistik dan air bersih. Saat ini kondisi di Bekasi dilaporkan telah kembali normal.
Di wilayah Jawa Timur, hujan lebih dari dua jam di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan longsor pada bahu jembatan di Desa Grogol.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut memutus akses sehingga sekitar 500 jiwa terisolasi karena jembatan tidak dapat dilalui kendaraan.
Abdul Muhari mengingatkan warga sekitar untuk tetap waspada.
“Masih ada potensi longsor susulan karena kondisi tanah labil dan adanya retakan di badan jembatan,” katanya.
Sementara itu, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, luapan Sungai Jeratus Soluna merendam permukiman di Kecamatan Mlonggo dan Kedung.
Sebanyak 582 kepala keluarga atau 1.177 jiwa terdampak. BPBD setempat telah mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.
Warga diminta menyiapkan tas siaga bencana, mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, serta memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG agar dapat merespons cepat bila terjadi kondisi darurat.

















