KAYUAGUNG, fornews.co – Dalam rangkac world cleanup day, Bupati OKI H Iskandar SE langsung turun ke lapangan, Jumat (18/09) pagi. Dalam kesempatan itu juga, Iskandar mengajak masyarakat memilah sampah organik dan non organik sebelum dibuang.
Menurutnya, sampah seperti limbah plastik beberapa diantaranya bisa dijual ke bank sampah salah satunya yang ada di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI.
Dia mengungkapkan, dengan kegitan yang serentak digelar ini melahirkan kembali semangat gotong-royong serta mengajak masyarakat bersama memilah sampah khsusunya non organik. “Karena limbah sampah non organik itu tidak bisa terurai menjadi tanah kembali,” terangnya.
“Ada kelompok yang mengelola Reuse, Reduce, Recycle (3R) sampah sehingga bisa diolah kembali. Seperti sampah organik bisa dijadikam pupuk kalau dilihat 1 kg sampah plastik seperti botol itu dihargai Rp1000 perkilogram kalau dikumpulkan lebih banyak maka hasilnya akan banyak,” katanya menambahkan.
Saat ini ada 20 kelompok bank sampah induk yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten OKI, dan tiap-tiap desa itu ada ketua kelompok yang akan mengkoordinir sampah ini baik secara mandiri atau lainnya untuk dikirim ke bank sampah induk.
Dengan begitu, hal ini juga dapat bernilai ekonomis dan dijadikan usaha bagi masyarakat sendiri. “Selain bernilai ekonomis produksi sampah yang ada bisa terus bisa dikelola menjadi BUMDes juga bagus tapi harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)OKI, Alamsyah menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah membangun 20 tempat pembuangan sampah (TPS) yang tersebar di kecamatan dan tiap tahun melalui Dinas Perkim dibangun terus. “Kami harapkan TPS 3 R ini berperan menjadi bank sampah bank unit, jadi hasil pemilahan terus bertambah,” tandasnya. (rif)

















