
PALEMBANG, fornews.co – Nasri (56) warga Lampung, buruh pemasang barrier atau beton pembatas jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) dari PT Cahaya Gemerlap Anugrah Abadi, tewas mengenaskan setelah benda seberat 150 kilogram (kg) menghantam kepalanya, Minggu (11/06).
Informasi yang dihimpung, peristiwa ini terjadi pada saat korban menaiki mobil tronton yang membawa barrier dari pintu gerbang tol. Ketika berada dilokasi kejadian di titik 7600 pembangunan Jalan Tol Palindra, Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), tiba-tiba beton pembatas jalan itu roboh dan langsung menghantam kepala korban sehingga meninggal di tempat dengan kondisi kepala remuk.
“Sudah saya ingatkan untuk tidak duduk di belakang, dan sudah saya suruh duduk di depan, namun dia tidak mau,” terang sopir tronton R Han Triansyah.
Dikatakanya, korban merupakan pegawai baru bekerja di proyek pembangunan Jalan Tol Palindra tersebut. Oleh karena itu, dirinya selalu mengingatkan korban untuk bekerja hati-hati. “Korban baru bekerja di sini. Jadi, belum mengerti apa-apa. Kalau yang bisa ikut saya, pasti tahu dan sering saya ingatkan,” ucapnya.
Masih kata dia, sebelum kejadian dirinya mengangkut beton tersebut di dekat gerbang Tol Palindra. Tak lama datang korban bersama temannya untuk membantu menaiki beton tersebut. “Atas perintah mandor, dia disuruh menaikan beton itu. Setelah selesai, dia ikut di dalam mobil saya untuk membantu menurunkannya, dan duduk di belakang. Sudah saya ingatkan untuk tidak duduk dibelakang, tetapi dia tetap saja,” ulangnya lagi.
Selanjutnya, dengan dibantu alat berat jenazah korban pun dievakuasi dan dibawa ke RSUD BARI Palembang, untuk divisum sementara. Tetpisah, Kapolsek Pemulutan AKP Helmi Ardiansyah melalu Kanit Reskrim Bripka Zulkarnaen membenarkan adanya kejadian tersebut dan pihaknya langsung mendatangi TKP.
“Sudah kita lakukan olah TKP dan korban dibawa ke RS BARI. Sopir dan mobil kita bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” singkatnya. (bay)

















