PALEMBANG, fornews.co -Sumatera Selatan (Sumsel) masuk wilayah sepuluh besar di seluruh Indonesia pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), setelah pada tahap awal ini mampu daya cakupanya mencapai 63 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, vaksinasi tahap awal ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dengan target 59 ribu orang. Belum tercapainya 100 persen karena masih ada tenaga kesehatan yang masuk kategori belum layak vaksin.
“Cakupan 63% tersebut dari yang datang untuk disuntik vaksin. Adapun untuk mereka yang tertunda akan di-screening ulang, sehingga dapat menambah cakupan. Dengan begitu dapat terpenuhi kekebalan komunitas (herd immunity),” jelas Lesty usai meresmikan Laboratorium Bergerak Surveilans di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas I Palembang, Selasa.
Ditargetkan, lanjutnya, pelaksanaan suntik vaksin Covid-19 untuk nakes rampung pada akhir Februari 2021. Selanjutnya baru masuk ke tahap berikutnya yang bisa diikuti masyarakat umum. Adapun tahap awal ini diakuinya, vaksin lansia untuk tenaga kesehatan di atas usia 60 tahun juga telah dilaksanakan. Dengan kebijakan vaksinasi bagi lansia ini, berarti ada perubahan data sasaran di Sumsel.
“Vaksin lansia diprioritaskan untuk nakes aktif di pelayanan kesehatan rumah sakit, seperti dokter spesialis. Biasanya yang nakes usia di atas 60 tahun di Puskesmas sudah pensiun. Jumlahnya 203 orang,” terang dia.
Lesty memastikan, belum akan ada penambahan vaksin Covid-19 untuk Sumsel. Pihaknya masih memanfaatkan vaksin yang ada. “Target 59 ribu nakes di tahapp awal ini terdata baru 55 ribu dan itu pun tidak seluruhnya bisa divaksin, karena ada yang ditunda atau batal. Dengan jumlah vaksin yang ada tentu kami memperhatikan dosis kedua dapat terpenuhi,” ujarnya. (yas)
















