PALEMBANG, fornews.co -Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Palembang meresmikan penggunaan Laboratorium Bergerak Surveilans pemberian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk percepatan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala BTKLPP Kelas I Palembang, Imam Syahbandi mengatakan, dalam pengendalian COVID-19, selain disiplin menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) juga harus dilaksanakan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment) meskipun vaksinasi sudah dimulai.
Sebagai tenaga teknis dalam testing, pihaknya menerima Laboratorium Bergerak Surveilans pada akhir Desember 2020 lalu. Cakupan laboratorium ini diakuinya menjadi angin segar dalam menambah kapasitas testing.
“Tentu membantu meningkatkan kapasitas testing yang sebelumnya 120 tes perhari, bisa mencapai 175 – 200 tes perhari,” ungkap Imam usai peresmian operasional Laboratorium Bergerak Surveilans di kantor BTKL PP Kelas I Palembang, Selasa.
Selain itu, laboratorium bergerak ini bisa mendekatkan pelayanan ke masyarakat, pemeriksaan bisa langsung ke pelosok daerah dan hasilnya tanpa perlu lagi kirim ke BTKL. Pada akhirnya mempercepat hasil pemeriksaan dan mendukung penanganan kasus COVID-19. Sehingga langsung dilakukan pengendalian agar tidak menimbulkan klaster baru.
“Daerah prioritas wilayah kerja kami yakni di Sumsel, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Tentu akses terdekat yang didahulukan. Kami pastikan tidak akan ada kendala, karena anggaran pelaksanaan dan 120 tenaga analis terlatih sudah tersedia,” katanya seraya menambahkan, pihaknya segera menambah tenaga relawan dengan bekerja sama dengan Poltekkes.
“Setelah launching ini akan langsung melaksanakan pemeriksaan PCR ke RSUD Sungai Lilin sampai Kamis nanti sebagai operasional pertamanya,” tambah Imam.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nuraini mengatakan, kapasitas pemeriksaan di Sumsel selama ini mengandalkan 13 laboratorium dengan kemampuan 1600 tes perhari. Salah satunya BLK yang mampu melaksanakan 240 tes perhari yang juga melayani testing Provinsi Bengkulu dan Lampung.
Dia membenarkan, dengan bantuan Laboratorium Bergerak Surveilans ini mendukung 3T dalam mempercepat diagnosa COVID-19.
“Sumsel sebenarnya tidak kewalahan, tapi bantuan ini mendorong Sumsel untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan. Sebab, syarat testing dari WHO cukup besar yakni 1 tes per 1000 penduduk. Jadi seharusnya dalam seminggu bisa 8500 tes. Ini tentu perlu memerlukan lab yang banyak,” ungkap Lesty. (yas)
















