KAYUAGUNG, fornews.co – Direktur PDAM Tirta Agung Ogan Komering Ilir (OKI), Banarianto mengatakan, BUMD milik Pemerintah Daerah (Pemda) OKI, tersebut berkeinginan untuk lepas dari subsidi yang diberikan oleh pemerintah pada empat tahun yang akan datang.
Pria yang yang juga akrab disapa Bana ini menjelaskan, keinginan untuk mandiri tersebut dapat terlaksana jika pelanggan PDAM mencapai 15.000 pelanggan.
“Dengan adanya pelanggan baru itu, kita bisa melakukan operasional dengan dana dari biaya retribusi pemakaian air bersih,” katanya di hadapan para Anggota DPRD OKI, yang mendatangi kantornya, Rabu (10/10).
Dengan kata lain, tambahnya, jika target 15.000 pelanggan tersebut tercapai PDAM Tirta Agung bisa lebih mandiri tanpa mengharapkan adanya subsidi dari pemerintah. Diakuinya, subsidi dari pemerintah daerah saat ini lebih dari Rp 100 miliar.
“Dari tujuh ribuan pelanggan tersebut, didapatkan sekitar Rp406 juta, adi untuk operasional tertutup. Yang jadi beban adalah gaji dan pensiun, maka dari itu kalau ditambah pelanggan itu tidak akan ada lagi ketergantungan,” jelasnya.
Selain keinginan untuk mandiri, masalah lain yang “dicurhatkan” Bana kepada anggota DPRD mitra kerja PDAM adalah terkait masalah fasilitas khususnya untuk operasional, yang menyebabkan PDAM di Kecamatan Tulung Selapan, mati suri.
“Kita menyadari bahwa belum seluruh masyarakat Kabupaten OKI, yang menikmati layanan PDAM, karena baru delapan kecamatan yang terlayani. Bahkan jika dipersentasekan baru 12,7% masyarakat OKI, yang menikmati suplay air bersih dari PDAM Tirta Agung. Mudah-mudahan apa yang menjadi program dan keinginan kita ini mendapat suport dan diperjuangkan oleh DPRD OKI,” ucapnya.
Menanggapi keluh kesah dari Dirut PDAM Tirta Agung ini, Suwarsono SPdi didampingi anggota Fraksi Bintang Kebangkitan Nasional lainnya, H Subhan Ismail dan beberapa anggota fraksi lainnya berjanji akan memperjuangkan apa yang telah menjadi program-program instansi tersebut.
Namun demikian, pihaknya berharap hal ini jangan hanya menjadi semboyan semata, melainkan upaya yang nyata dalam memberikan pelayanan khususnya air bersih kepada masyarakat OKI.
“Masalah air bersih ini sangat penting, karena menyangkut hajat orang banyak. Kami juga menyayangkan PDAM yang ada di Tulung Selapan, tapi tentunya harapan kita semua agar masyarakat tetap bisa menikmati layanan air bersih,” katanya.
Mengatasi PDAM di Tulung Selapan, yang tidak beroperasi ini, Suwarsono menambahkan, pihak PDAM berencana akan membangun sumur bor untuk mensuplai air bersih ke rumah-rumah warga.
“Rencananya akan dibuat di enam titik, standarnya 10 liter perdetik dan dapat melayani 4800 pelanggan,” tukasnya. (rif)

















