PALEMBANG, fornews.co – Masuknya virus corona atau Covid-19 di Sumsel membuat masyarakat terutama di Kota Palembang pun panik. Akibatnya, masyarakat pun memborong sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka selama dirumah.
Berdasarkan pantauan, di pasar tradisional di Palembang terlihat lengang dari pembeli hingga beberapa pedagang pun menutup tokonya dengan cepat. Meskipun begitu, beberapa pembeli masih terlihat. Bahkan, memborong sembako seperti beras untuk memenuhi kebutuhan mereka selama adanya wabah virus Corona.
Salah satu pedagang Pasar 26 Ilir Palembang, Adji Danu Wijaya mengatakan sejak dua pekan terakhir memang kondisi pasar sedikit sepi dari biasanya. Bahkan, ada beberapa pedagang untuk sementara waktu tidak menjajakan dagangannya seperti biasa. Lantaran, takutnya terhadap wabah virus corona.
“Sudah sekitar dua minggu. Pasar 26 Ilir ini sepi karena mereka takut wabah Corona masuk ke Palembang,” katanya saat ditemui, Rabu (25/03).
Meskipun begitu, masih ada beberapa pembeli yang datang. Bahkan, mereka memborong beberapa sembako seperti beras dan lain sebagainya. Biasanya pembeli ini memborong beras hampir dua karung yang berukuran 20 kilogram. Bahkan, ada juga yang membeli hingga tiga karung.
“Kami tidak batasi, berapa saja mereka beli tentu kami jual,” terangnya.
Namun, berbeda halnya dengan gula pasir. Penjualan gula pasir dibatasi mengingat dari distributor terjadi kekosongan. Bahkan, harga gula pun terjadi kenaikan saat ini. Yang semula hanya Rp 12 ribu per kilogram kini menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Selain gula pasir, bahan pokok yang terjadi kenaikan yakni kacang tanah serta gula merah. Namun, kenaikan ini tidak terlalu signifikan.
“Biasanya mereka yang beli kebanyakan pedagang juga seperti pedagang minuman dan makanan. Jadi mereka beli tidak terlalu banyak cukup untuk mereka berjualan saja,” ujarnya.
“Kami harap kondisi wabah virus corona ini cepat berakhir dan harga kembali dapat normal seperti biasanya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sumsel, Iwan Gunawan mengakui saat ini stok gula memang sedang menipis. Namun, pihaknya tengah menunggu distribusi dari pusat untuk gula. Dimana, Sumsel mendapatkan jatah sebanyak 1.000 ton.
“Gula ini masih dalam perjalanan dari pabrik di Semarang untuk Bulog Divre Sumsel Babel. Sedangkan untuk yang impor masih dalam proses,” katanya.
Ia mengaku saat ini Sumsel belum ada larangan atau pembatasan pembelian Sembako. Mengingat, stok Sembako di Sumsel masih aman kecuali gula. Pihaknya pun sudah cek ke beberapa gudang dan hasilnya stok sembako mencukupi hingga empat bulan kedepan.
“Kami imbau masyarakat jangan panik dan beli secukupnya saja,” tutupnya. (lim)

















