PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel, Herman Deru berjanji akan membentuk tim kesatgasan yang melibatkan TNI/Polri, Kejaksaan dan stakeholder lainnya hingga kabupaten/kota di Sumsel.
Hal tersebut diutarakan Herman Deru saat memimpin Rapat Monitoring Ketersediaan Minyak Goreng di Provinsi Sumsel bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa (26/4/2022).
“Itu upaya untuk memantau atau mendeteksi ketersediaan minyak goreng curah (MGC) di pasar-pasar, termasuk mencari permasalahan distribusi minyak goreng yang selama ini terjadi,” tegas dia.
Herman Deru mengungkapkan, kebutuhan minyak goreng di Sumsel sebanyak 502 ton perhari, minyak curah 134 ton perhari, kemasan sederhana 170 ton, kemasan premium 198 ton perhari.
“Satgas ini dibentuk memiliki tugas pokok dan fungsi, dan apa saja yang diawasi, artinya dalam tugas ini tidak boleh kaku,” ungkap dia.
Sementara, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto menjelaskan, satgas ini fungsinya akan mengawasi dari produsen hingga ke pasar.
Sekada informasi, dari tiga perusahaan yang memproduksi minyak goreng dianataranya PT Sinar Alam Permai sebanyak 50 ton perhari, PT Tunas Baru Lampung sebanyak 60 ton perhari dan PT Indokarya Internusa sebanyak 70 ton perhari. (aha)

















