
PALEMBANG, fornews.co – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, turut berlatih beladiri bersama yang di selenggarakan di halaman Mapolda Sumsel, Jumat (07/07).
Meski usia yang tidak muda, namun fisik dan ketangkasan olah beladiri tetap tangguh. Kedua jenderal bintang dua ini terlihat sangat kompak dalam latihan beladiri mempraktekkan gerakan – gerakan, seperti memukul, menangkis bahkan juga melakukan gerakan tendangan.
Latihan beladiri tersebut, bukan hanya menunjukan hubungan baik kedua institusi inu, melainkan bentuk keseriusan dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta menjaga kedaulatan bangsa. Kegiatan ini merupakan pesan nyata kepada para pembuat kekacauan yang ingin mengganggu masyarakat khususnya di Sumsel.
“Jangan takut untuk menindak tegas mereka yang ingin merusak keutuhan NKRI. Untuk itu beladiri wajib dikuasai oleh seluruh aparat dalam rangka membela diri, bukan untuk arogan apalagi kepada masyaralat sipil. Radikalisme dan teroris musuh kita bersama. Tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan kekerasan,” tegas Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan, dari perkiraan intelejen adanya teroris, yang sel-selnya teroris itu, ancamannya sekarang adalah aparat keamanan Polri dan TNI. “Kita semua sudah latihan bela diri, tetapi alangkah lebih bagusnya kalau disinergikan,” timpalnya.
Agung juga berharap, aparatur sipil negara (ASN) dii Pemprov, dari Sat pol PP, masyarakat, agar siap menjaga diri sendiri. Artinya semakin banyak latihan maka tingkat refleks dan fisik lebih Bagus lagi, sehingga Polri-TNI siap dan tidak takut dengan ancaman sekecil apapun. (bay)

















