JAKARTA, fornews.co – Badan Restorasi Gambut (BRG) dikejutkan dengan munculnya kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam program pembangunan sumur bor di Kalimantan Tengah. Untuk menuntaskan kasus ini, BRG memastikan diri akan kooperatif dengan aparat penegak hukum.
Kepala BRG Nazir Foead mengaku terkejut dan tidak menyangka terjadinya kasus ini. Meski santer diberitakan penyalahgunaan anggaran yang terjadi dari proyek pembangunan sumur bor, namun BRG belum mengetahui secara pasti lokasi dan jenis proyek, serta besaran anggaran yang diselewengkan.
“Kami akan cross check terlebih dulu kepada pihak Kejaksaaan,” ujar Nazir Foead dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (21/09).
Menyikapi informasi dugaan penyelewengan tersebut, Nazir menegaskan BRG membuka diri kepada semua pihak dalam menerima kritik maupun dugaan laporan penyelewengan. Meski demikian, dirinya juga meminta semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah.
“Setiap laporan akan kami tanggapi dengan serius. Kami tidak akan mencoba menutupi,” katanya.
Dari pemberitaan di media online sebelumnya disebutkan bahwa Kejaksaan Negeri Palangkaraya menemukan dugaan penyalahgunaan anggaran program pembasahan lahan gambut senilai Rp11 miliar yang dieksekusi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan tim dari Kejaksaan Negeri Palangkaraya dikabarkan telah menggeledah kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, kantor Tim Restorasi Gambut Daerah dan kantor Kelurahan Bukit Tunggal.
Terkait hal itu, Kepala BRG menghormati setiap tindakan hukum serta mengedepankan tata kelola yang baik dalam upaya restorasi lahan gambut. (ije)
REKAP CAPAIAN KALIMANTAN TENGAH
PAGU anggaran 2018 Rp84 Miliar, realisasi Rp72 Miliar
Dukungan dana APBN BRG:
- 2017: 5.275 sumur bor, 1.184 sekat kanal, 100 timbun kanal
- 2018: 4.325 sumur bor, 1.350 sekat kanal, 15 timbun kanal
- 2019 (data per September dengan dana tugas pembantuan): 1.130 sumur bor, 344 sekat kanal
Dilaksanakan oleh Mitra:
- 2016: 800 sumur bor, 30 sekat kanal
- 2017: 90 sekat kanal, 99 timbun kanal
- 2018: 20 sumur bor, 507 sekat kanal
Estimasi luas terdampak dari intervensi BRG dan mitra seluas 366.078 hektare

















