YOGYAKARTA, fornews.co— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta terus berupaya melakukan pencegahan banjir di empat sungai yang melintasi Kota Yogya. Namun, masih banyak sampah menumpuk dan terhanyut hingga ke hilir.
Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Faizah, mengajak masyarakat khususnya yang tinggal di pinggiran sungai—untuk tidak membuang sampah ke sungai—guna mencegah terjadinya banjir di Kota Yogyakarta.
“Sungai di Kota Yogyakarta belum bisa dikatakan bersih. Harus ada kontribusi dari beberapa pihak. Kalau hanya dibersihkan terus tapi sampahnya tetap di buang ke sungai, sampai kapan pun sungai tidak akan bersih,” ujar Faizah, yang juga melakukan pengendalian dan pencemaran sungai di Yogya, Rabu (10/3/2021).
Diungkapkan Faizah, setidaknya empat puluh personil dari DLH yang tergabung dalam Gerakan Bersih Sungai setiap hari diterjunkan untuk membersihkan sampah di sungai Code, Winongo, Gajahwong, dan Manunggal (Kalimambu).
Baca: Pemancing di Jogja Naik Pitam, Ikan Babon Mati Terjebak Kantong Plastik
Masyarakat harus sadar sampah yang menumpuk di sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Kebiasaan membuang sampah di sungai harus dihentikan.
“Masih banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Hal ini dapat mengakibatkan banjir,” ungkap Faizah.
Gerakan bersih sampah yang diinisiasi oleh DLH Kota Yogya itu terbagi dalam empat kelompok. Sebanyak 15 orang di sungai Code, 10 orang di sungai Winongo, 10 orang di sungai Gajahwong dan 5 orang di sungai Manunggal atau yang lebih kerap disebut Kalimambu.
Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Yogyakarta itu berharap kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan—terutama pada sungai. Dengan tidak membiasakan membuang sampah di sungai air menjadi penghidupan bagi anak-cucu di masa depan.
“Kita sama-sama peduli terhadap lingkungan terutama pada sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.”
Sementara itu, para pemancing di Yogya mengatakan siap terlibat dalam gerakan bersih sampah di sungai. Mereka mengaku kesal sampah-sampah di sungai tidak pernah habis.
Para pemancing itu khawatir jika sungai dibiarkan kotor, terlebih oleh limbah atau sampah yang mengandung racun, ikan-ikan akan sulit berkembang biak dan mati. (adam)
















