PALEMBANG, fornews.co-Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Palembang Diah Sofiati, S.Si, Apt menyatakan, tahun ini merupakan tahun pemantapan kesehatan primer, yang fokus pada pelayanan promotif dan preventif.
“Dimana di dalamnya ada penyuluhan, skrining riwayat kesehatan, prmosi kesehatan, olahraga sehat dan ada beberapa hal lain hingga pelayanan imunisasi,” ujarnya, pada konferensi pers di Ruang Rapat Kantor BPJS Cabang Palembang, Rabu (01/02).
Dari fokus tersebut, Diah menjelaskan, bahwa hari serentak di seluruh Indonesia dilakukan Launching Mobile Screening. Karena, dari jumlah peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia hingga 12 Januari 2017 ini yang mencapai 172.620.269 peserta, dengan transisi demografi yang sangat besar, dan tingginya peningkatan usia lanjut, serta risiko peningkatan penyakit kronik, sangat membutuhkan promotif preventif.
“Upayanya ya dengan skrining riwayat kesehatan. Manfaatnya, mengetahui potensi risiko terhadap empat penyakit yang tidak menular, yakni Diabetes Meletus, Hipertensi, Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner. Nah untuk mengetahui profil potensi risiko penyakit ini tanpa biaya,” jelasnya.
Untuk melakukan skrining tersebut, Diah memaparhakn, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan mobile di google play store. Kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengeklik tombol log in, peserta dapat memilih menu ‘Skrining Riwayat Kesehatan’.
“Selanjutnya, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan, tentang kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. bila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu juga,” paparnya.
Jika peserta BPJS Kesehatan tidak memiliki android, Diah menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan form skrining manual. “Mudah-mudahan ini tidak menjadi kendala. Karena kami telah menyiapkan dua alternatif tersebut,” pungkasnya.
Sepanjang 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan screening riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS diseluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes meletus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 berisiko sedang, dan 651 berisiko tinggi. Untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 berisiko sedang, dan 2.093 berisiko tinggi. (tul)
















