PALEMBANG, Fornews.co – Tewasnya gadis cantik di Palembang yakni Vanny Yulianita, 18, warga Jalan Gotong Royong, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang terus diselidiki pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kekerasan, salah satunya jeratan di leher yang membuat meninggal dunia.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kompol Mansuri mengatakan ada sejumlah tanda kekerasan ditubuh korban seperti jeratan di leher serta pukulan benda tumpul di daerah wajah korban. Sedangkan, untuk luka yang disebabkan benda tajam tidak ditemukan.
“Sejauh ini, kami menduga korban meninggal dunia akibat kekerasan tersebut,” katanya, Selasa (08/07).
Ia mengaku pihaknya masih akan berkoordinasi dahulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apakah ada kekerasan lainnya atau tidak. “Kami masih akan mendalami pemeriksaan,” singkatnya.
Seperti diketahui, Petugas hotel di Kawasan Macan Kumbang, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang mendadak heboh. Pasalnya, seorang wanita cantik yakni Vanny Yulianita, 18, ditemukan tewas di bawah ranjang di kamar hotel yang disewanya.
Penemuan ini pertama kali oleh petugas Room Boy, Dandi, 20. Dimana saat itu, ia ingin memberitahukan kepada korban jika kamar yang disewanya akan segera habis waktu. Mengingat, saat itu belum ada tanda-tanda jika korban akan check out.
“Saya langsung ke kamarnya tapi tak kunjung ada jawaban dari korban,” katanya, Selasa (07/07).
Ia pun sempat menunggu selama setengah jam. Hingga akhirnya ia pun mencoba melihat melalui celah ventilasi kamar untuk memastikan apakah penghuni kamar ada. Ia pun melihat sepatu dan powerbank di dalam kamar tersebut.
Hingga akhirnya ia pun memberitahukan kepada pemilik hotel mengenai kejadian tersebut dan ia bersama pemilik hotel mencoba membuka kamar dengan kunci cadangan.
Saat membuka kamar, ia pun tidak melihat seorang pun di dalam. Namun, ia bersama pemilik hotel dikejutkan ada sebuah tangan yang sudah tidak bergerak keluar dari bawah kasur.
“Atas kejadian ini kami pun langsung melaporkannya ke kantor polisi,” terangnya.
Menurutnya, korban check in pada Senin (06/07) bersama temannya. Dimana, yang memesan kamar yakni temannya. “Namanya saya kurang tahu karena data sudah di polisi,” tutupnya. (lim)
















