
PALEMBANG, fornews.co-Sejumlah organisasi penggiat lingkungan dan masyarakat sipil berkolaborasi melakukan aksi pentas seni, karnaval, bincang bumi, pameran foto dan menggelar bazar memperingati Hari Bumi Sedunia 2017, di Kambang Iwak (KI), Sabtu (22/04).
Menurut Ketua Pelaksana kegiatan Sumarlan, pada hari bumi ini mereka pihaknya berharap manusia semakin meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya memelihara bumi, agar tetap memberikan kelayalakan huni bagi manusia.
“menyosialisasikan hari bumi ini penting, agar masyarakat terus menjaga bumi. Karena, sudah banyak kerusakan hutan dan lingkungan, baik di sengaja maupun tak di sengaja, demi kepentingan sesaat yang bersifat pribadi. Inilah yang menyebabkan ekosistem menjadi tidak seimbang dan menyebabkan bencana alam,” ujarnya.
Sumarlan mengungkapkan, para pegiat lingkungan seperti NGO, Mapala, KPA, LSM, Tapak Suci, menyatakan sikap bersama, meminta hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, meminta akses kelola sumber daya alam untuk rakyat, mengembalikan hak-hak rakyat atas kearifan lokal penglolaan SDA.
“Kemudian, meminta audit konsensi dan moratorium izin baru terkait perluasan konsensi korporasi. Mendesak pemerintah mempercepat skema tora dan perhutanan sosial kepada masyarakat/petani, hentikan alih fungsikan kawasan RTH, rawa dan lahan gambut untuk kepentingan bisnis yang tidak berkeadilan sosial dan lingkungan, serta hentikan pengerukan SDA yang berlebihan,” ungkapnya.
Untuk itu, jelasnya, pelaksanaan restorasi harus mengedepankan prinsip Free Prior Informed Consent (FPIC) dan memberikan keamanan dan keadilan pengelolaan SDH bagi Masyarakat. Sumarlan juga meminta pemerintah berkomitmen, dalam melakukan restorasi global terhadap hutan yang terdegradasi dan terdeforestrasi.
“Upaya restorasi hutan merupakan kegiatan yang patut di dukung, namun jangan lupa bahwa di sekitar hutan banyak masyrakat yang menggantungkan hidupnya dari sumberdaya hutan,” tandasnya.
Selain pegiat lingkungan dan warga sipil, hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Faizal, Wakil Bupati Musi Banyuasin terpilih Beni Hernedi, Akademisi Lingkungan Hidup Yan Rizal, Dewan Kesenian Palembang Febri Alintani, Direktur Hutan Kita Institut Aidil Fitri, Perempuan Anti Korupsi, Mahasiswa, Pelajar, Masyarakat Se-Palembang dan Rejung Pesirah sebagai Bintang Tamu.(tul)
















