JOGJA, fornews.co — Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta diguncang gempa bumi cukup kuat pada Jum’at dini hari, 6 Februari 2026. Getaran terasa di sejumlah kabupaten dan kota mengakibatkan kerusakan bangunan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD DIY, hingga pembaruan pukul 13.30 WIB tercatat sedikitnya 47 orang terdampak. Petugas masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan.
Gempa tersebut bersumber dari selatan Pacitan, Jawa Timur, berjarak sekitar 89 kilometer, dengan kekuatan magnitudo 6,4 dan kedalaman 10 kilometer. Guncangan terjadi pada pukul 01.06.10 WIB dan terasa cukup jelas di wilayah DIY.

Di Kota Jogja, kerusakan ditemukan di dua titik, masing-masing di Kemantren Umbulharjo dan Mergangsan. Atap Balai Kampung Tahunan di Umbulharjo mengalami kerusakan, sementara sebuah rumah di Jalan Menukan Karangkajen MG VII No. 293, Brontokusuman, Mergangsan, dilaporkan roboh bagian atapnya.
Sementara itu, Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak terbanyak. Tercatat 20 titik terdampak yang tersebar di 11 kapanewon, antara lain Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, Srandakan, dan Bambanglipuro. Kerusakan meliputi 10 rumah warga, 2 tempat ibadah, 5 fasilitas pemerintah, 2 fasilitas pendidikan, serta 1 fasilitas kesehatan.
Dari sisi intensitas, gempa dirasakan dengan skala IV MMI di Bantul, Sleman, dan Kota Jogja, yang berarti guncangan terasa oleh banyak orang di dalam rumah. Adapun di Kulon Progo, intensitas tercatat III MMI, ditandai getaran nyata seperti kendaraan besar melintas.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Saat terjadi gempa, warga diminta tetap tenang dan menerapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On: merunduk, berlindung di bawah perabot kokoh, serta bertahan hingga guncangan berhenti.
Masyarakat juga diingatkan menjauhi kaca, lemari, tiang listrik, dan pohon besar, serta menghentikan kendaraan di tempat aman bila sedang berkendara.
Hingga kini, proses asesmen lapangan masih berlangsung dan data dampak gempa bersifat sementara menunggu pembaruan selanjutnya.

















